SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Pertamina EP Asset 4 saat ini masih berupaya untuk mengendalikan semburan minyak dan air pada sumur Tungkul di Dusun Nglencong, Desa Botoreco, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Hingga hari ini, Kamis (28/9/2017), katinggian semburan pada titik sumur 25 berangsur menurun.Â
Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Heru Irianto, menyatakan jika saat ini Pertamina tengah melakukan persiapan untuk melakukan penutupan semburan tersebut.
“Masih persiapan, Mas,†kata Heru Irianto, melalui pesan singkat kepada suarabanyuurip.com.Â
Secara singkat, Heru menyatakan, jika Sumur Tungkul tersebut akan dilakukan penutupan permanen.
Government and Public Relations Asistant Manager Pertamina EP Asset IV, Pandjie Galih Anoraga, menjelaskan, untuk penanganan semburan sumur Tungkul masih menuggu peralatan komplit. Secara bertahap, lanjut Pandji, peralatan mulai masuk area lokasi sumur. Diperkirakan dua sampai tiga hari kedepan peralatan bisa masuk keseluruhan.
“Peralatan sudah mulai masuk. Kami Tunggu komplit peralatan untuk killing well (mematikan sumur) kemudian dilanjutkan degan penutupan semburan,†terangnya. Pihaknya berharap setelah dilakukan killing well, semburan bisa berhenti.
“Kalau berdasarkan hasil cek tim HSSE kami di sekitar lokasi semburan, kadar gas H2S= 0, kadar gas CO= 0 dan LEL= 0. Dan tidak ada kandungan gas berbahaya, hanya air dari bawah permukaan tanah,†tandasnya.
Lebih lanjut dia juga menyatakan, bahwa ketinggian air sudah mengalami penurunan dari hari sebelumnya.
“Kalau untuk ketinggian semburan air saat ini sudah menurun dari awal semburan. Saat ini kisaran 10 meter,†ujarnya.
Meski tidak mengandung unsur yang berbaya, Pertamina tetap menghimbau supaya warga tidak mendekati lokasi semburan. “Kalau mau melihat semburan air tersebut harap berada di luar safety line yang sudah dipasang dan tim penanggulangan keadaan darurat kami di lokasi bisa beroperasi dengan maksimal untuk melakukan penutupan semburan,†kata Pandji. (ams)