JOB P-PEJ Beri Pelatihan Tanggap Bencana

Pelatihan tanggap darurat

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Operator Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina- Petrochina East Java (JOB P-PEJ), memberikan pelatihan tanggap bencana kepada warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (29/9/2017).

Pelatihan yang diikuti sebanyak kurang lebih 100 orang warga desa ring satu lapangan Migas Sukowati itu dilaksanakan di Balai Desa Ngampel.

“Pelatihan tanggap bencana ini dilakukan agar mereka bisa mengevakuasi diri dan sekitarnya ketika dalam kondisi darurat bencana teknologi migas,” kata Field Admin Superintendent JOB PPEJ, Akbar Pradima.

Pelatihan kemampuan penanggulangan keadaan darurat tersebut diharapkan bisa menambah pengetahuan masyarakat saat menghadapi keadaan darurat dan bahaya kegiatan operasi JOB P-PEJ. Mengingat masyarakat di tiga desa tersebut lokasinya dekat dengan wilayah Pad A dan Pad B Sukowati.

Perwakilan masyarakat ditiga desa tersebut diberi pembekalan salah satunya tentang Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), pelatihan mengenai SAR, pendirian tenda darurat, dapur umum, dan pengetahuan tentang kesehatan.

Baca Juga :   Antisipasi Lonjakan Penumpang, Stasiun Bojonegoro Siapkan Posko Angkutan Nataru 2021

“Pelatihan ini diharapkan bisa melatih kemandirian masyarakat, pengetahuan dan kewaspadaan saat menghadapi keadaan darurat dan potensi peringatan bahaya kegiatan,” ujar Akbar Pradima.

Sementara salah satu pemateri, Kasi Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, MZ Budi Muljono, mengatakan, warga yang mengikuti pelatihan ini merupakan tim yang dipilih menjadi satgas (tim darurat) ketika terjadi bencana kegagalan industri.

“Jika terjadi bencana indutri mereka langsung bergerak sesuai tugasnya,” ungkapnya.

Kesiapan warga yang disebut Tim 15 ini untuk menginformasikan kepada masyarakat jika terjadi bencana melalui pengeras suara di tempat ibadah (mushola) dan komunikasi dengan pihak operator JOB PPEJ, serta BPBD setempat.

“Setelah itu mereka juga menyelamatkan diri dan masyarakat ke titik aman yang sudah ditentukan desa,” pungkasnya.

Pelatihan ini sebelumnya telah dilakukan  di Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonagoro, pada Rabu  dan Kamis (27-28 September 2017). Selanjutnya, akan dilaksanakan lagi Jumat dan Sabtu (6 – 7 Oktober 2017)  di Desa Campurrejo, Kecamatan Bojonegoro.(rien)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *