Akhir Tahun Kios Wisata Bektiharjo Difungsikan

kios wisata bektiharjo dibangun

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Setelah adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) tujuh oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang diduga menggelapkan karcis tiket masuk wisata, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Rp1,9 miliar langsung melakukan relokasi kios pedagang. Sesuai jadwal, 20 kios baru tersebut bakal difungsikan akhir tahun ini.

“Saat ini progresnya 50% dan dua bulan lagi rampung,” ujar Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (DPKPO) Tuban, Suwanto, kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (30/9/2017).

Bertahun-tahun kios pedagang di luar maupun di dalam wisata tak representatif. Berangkat dari keprihatinan inilah, Pemkab Tuban berkeinginan membawa perubahan.

Kios yang dulunya dibangun sendiri oleh pemiliknya, kini dibangun kualitas premium. Jika kios bernuansa eksotis diminati pengunjung, sudah barang tentu Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor wisata meningkat.

Ketika kios baru ini berjalan, pedagang tak lagi berebut atau merasa kalah saingan. Melalui hasil musyawarah, jenis menu 12 kios di depan akan dibedakan. Sedangkan delapan kios di area belakang khusus rujak dan minuman.

Baca Juga :   Warga Sedahkidul Bantu Perbaiki Jembatan Mojodelik.

“Jika ini berjalan pengunjung bisa membeli dan makan dimana saja,” imbuh Wanto.

Para pedagang di wisata yang memiliki ikon kera, juga didorong untuk lebih profesional. Mulai bagaimana cara menyajikan makanan, hingga melayani pengunjung.

Untuk pembagian kios juga bakal dimusyawarahkan bersama. Kalau selama ini sewanya hanya Rp75 ribu per bulan, kedepan akan diputuskan harganya melalui berbagai pertimbangan. Baik daya beli pengunjung, dan jumlah wisatawan setiap bulannya.

Apabila relokasi kios ini rampung, bakal dilanjutkan perawatan Sarana Prasarana (Sarpras) yang rusak. Danannya ditanggung Perubahan APBD (P-APBD) 2017. Dilanjutkan pada tahun berikutnya, disambung rehab kolam renang dan penataan jalan setapak supaya lebih representatif.

Seorang pedagang Bektiharjo, Untung, mengaku, senang adanya perhatian dari Pemkab Tuban. Diharapkan adanya kerjasama semua pihak, supaya jumlah pengunjung meningkat.

“Kebersihan juga perlu diperhatikan,” pintanya.

Selama semester satu 2017. DPKPO telah membuktikan kinerjanya dalam meningkatkan PAD sektor wisata. Sesuai laporan PAD per minggu sampai dengan tanggal  9 Juli 2017, telah ada dana sebesar Rp 938.346.000 yang diterima Pemkab Tuban.

Baca Juga :   FPDI-P Soroti Kedaulatan Pangan Bojonegoro

Dalam APBD Tuban 2017, wisata Goa Akbar yang berada di Jalan Gajah Mada ditarget setor pendapatan ke kas daerah sebesar Rp 440.000.000. Sekarang sudah Rp 352.458.000 yang dihasilkan. Apabila diprosentase telah memenuhi 80,10% dari target.

Untuk wisata kolam renang Bektiharjo di Kecamatan Semanding, target pendapatan tahun 2017 sebesar 275.000.000. Hanya dalam waktu enam bulan, wisata ini telah melampaui target yakni 129,86% atau Rp 357.123.000.

Sedangkan wisata pantai Boom yang berada di Utara Alun-alun Tuban target pendapatan tahun ini sebesar Rp 345.000.000. Sekarang baru mencapai 66,30% atau Rp228.765.000 dari target. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *