Berharap Pembebasan Lahan Tak Terabas Fasilitas Umum

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, berharap pembebasan lahan di Desa Mentoso dan Remen untuk kebutuhan proyek Kilang NGRR Tuban tidak menerabas fasilitas umum. Seperti makam, masjid, dan sekolahan. Hal ini untuk mencegah terjadinya gejolak warga setempat.

“Itu harapan kami semoga diperhatikan oleh Pertamina-Rosneft,” ujar Camat Jenu, Sugeng Winarno, kepada suarabanyuurip.com, melalui sambungan teleponnya, Senin (2/10/2017).

Sugeng mengaku, belum mengetahui berapa rumah yang berpotensi digusur. Dalam pertemuan terakhir, Pertamina membutuhkan lahan seluas 219 hektar. Untuk hal lainnya masih belum final.

Intinya dari 219 hektar mayoritas di Desa Mentoso yang padat penduduk. Sedangkan di Desa Remen hanya sebagian kecil. Saat ini belum ada data pasti soal jumlah rumah yang digusur.

“Pemerintah kecamatan terus berkomunikasi dengan stakeholder supaya proyek ini kondusif,” tegasnya.

Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, belum bisa menjamin apakah ada penggusuran rumah atau tidak. Intinya proses gusur menggusur bisa dilakukan, selama pemilik lahan sepakat dengan Pertamina.

Baca Juga :   Bahas Sumur Tua, DPR Kritisi Dinas ESDM Bojonegoro

Selama akad jual beli lahan rampung, proyek ini belum bisa dimulai. Begitupula dengan tali asih yang dijanjikan Pertamina pada saat sosialisasi pertama di gedung Korpri awal 2017, bisa dicairkan ketika pengadaan lahan selesai.

“Kami berharap tak ada penggusuran di Mentoso,” sambungnya.

Sejak ditundanya peletakan batu pertama kilang, petani di Desa Wadung, Rawasan, Mentoso, Kaliuntu kembali tanam jagung seperti biasanya. Keputusan itu karena belum ada waktu yang jelas soal pengosongan lahan milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tersebut.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *