SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban -Â Bupati Tuban, Jawa Timur, Fathul Huda, merasa diuntungkan dengan berdirinya Stasiun Meteorologi Kelas III di jalan Raya Beji Desa Kaliuntu, Kecamatan Jenu. Para petani, nelayan, dan pelaku industri dapat mendapatkan informasi prediksi cuaca dalam jangka waktu enam bulan ke depan.
“Terimakasih Tuban ditempati stasiun meteorologi,” ujar Bupati Tuban, Fathul Huda, usai peresmian kantor stasiun meteorologi kepada suarabanyuurip.com, Rabu (4/10/2017).
Tugas utama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) adalah memberikan informasi secara cepat, akurat, efesien, dan mudah dipahami. Semakin cepat diketahui peringatan dini, tentu resiko bencana dapat diantisipasi.
Secara Geografis Tuban berada di perbatasan Provinsi Jatim-Jateng, tentunya memiliki iklim yang dinamis. Dulu angin muson barat terjadi pada bulan Oktober – Februari. Sedangkan angin muson timur bertiup pada bulan April sampai dengan Agustus. Sekarang iklim sudah berubah.
Pada tahun 2015 lalu Tuban dilanda El Nino (musim kemarau lebih panjang dari musim hujan). Dampaknya kekeringan dimana-mana, gagal panen, dan marak kebakaran hutan. Sebaliknya tahun 2016 Tuban dilanda La Nina (musim penghujan lebih lama dari musim kemarau). Dampaknya banjir, tanah longsor, dan puting beliung.
“Alhamdulillah posisi BMKG Tuban sangat strategis,” imbuhnya.
Adanya stasiun BMKG, diharapkan dapat memberikan prediksi yang akurat. Prediksi yang mendekati kebenaran berperan sebagai peringatan dini bagi masyarakat.
Selama ini penanggulangan bencana sudah dilakukan dengan baik oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban. Semoga sinergi BMKG dan BPBD semakin kuat. Bahkan informasi potensi gempa bumi semakim akurat.
Informasi tersebut juga harus disampaikan langsung ke masyarakat melalui media sosial online. Selain digunakan menanggulangi bencana, juga mebantu nelayan saat melaut.
Saat gelombang dan angin kencang, nelayan dapat berhenti melaut. Informasi maritim semacam ini penting bagi nelayan, selain mengutamakan keselamatan juga mengurangi resiko laka di laut.
Bagi petani juga penting untuk menentukan waktu tanam. Sekaligus meningkatkan produksinya. Semakin petani tahun prediksi cuaca, tentu gagal panen dapat dihindari.
“Keberadaan BMKG sudah dirasakan sebelum peresmian dengan prediksi cauca di 20 kecamatan per tiga jam sekali,” jelasnya.
Pelaku industri juga diuntungkan, terlebih yang memiliki pelabuhan khusus. Aktivitas trasnportasi laut sekarang bisa dikontrol. Saat angin kencang, maupun gelombang tinggi bisa menepi di Pulau Bawean.
“Saya tahu karena juga pelaku industri yang menggunakan trasnportasi laut,” terangnya.
Plt Kepala BMKG Jakarta, Widada Sulistya, menjelaskan, latar belakang pembangunan kantor Stasiun Meteorologi Tuban adalah relokasi (memindahkan) kantor Stasiun Meteorologi Perak I yang berada di Surabaya.
Program serupa juga dilaksanakan untuk lima UPT lainnya di Indonesia. Kegiatan relokasi Stamet Perak I Surabaya ini dikarenakan di Perak Surabaya ada 2 Stasiun Meteorologi BMKG.
Secara posisi berdekatan, sehingga kurang optimal dalam memberikan pelayanan info Meteorologi kepada masyarakat.
Terpilihnya Kabupaten Tuban karena diharapkan pembangunan kantor stasiun Meteorologi Tuban akan memperkuat jaringan pengamatan cuaca. Sekaligus pelayanan informasi cuaca di wilayah Utara Propinsi Jawa Timur yang terletak antara Semarang dan Surabaya.
Tuban memiliki posisi yang strategis karena merupakan daerah yang banyak perusahan besar, dan sebagian penduduknya adalah Nelayan dan Petani. Mereka akan lebih membutuhkan informasi tentang cuaca laut, dan iklim dalam aktivitasnya.
“Sejak 1 Maret kami aktif mengirim prakiraan cuaca di sosial media,” sambungnya.
Melalui media sosial juga disebarkan informasi cuaca terbaru Kabupaten Tuban setiap 3 jam. Bahkan informasi lainnya yang tekait dengan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika.
Sebagaimana diketahui, acara peresmian ini merupakan bentuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Sekaligus sebagai sarana memperkokoh hubungan dengan Pemerindah Daerah, BPBD dan Stake Holder yang lainnya. Pada kesempatan tersebut juga dihadiri Instansi Pusat, Tokoh masyarakat dan Kepala UPT BMKG Se-Jawa Timur.(Aim)