Sebut RTH Blok Cepu Privat

Pertemuan DLH dan Operator Migas

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), menyatakan, berdasarkan keterangan Bagian Hukum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, menyebutkan pada penataan ruang, wilayahnya merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Privat.

“Sehingga, pemenuhan RTH sebesar 10 persen,” kata perwakilan EMCL, Arif F Rahman, saat rapat evaluasi pengelolaan lingkungan hidup ruang terbuka hijau (RTH) termasuk di lingkup industri migas dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di ruang Batik Madrim, lantai II kantor Pemkab setempat, Rabu (4/10/2017).

RTH Privat adalah RTH milik institusi tertentu atau orang perseorangan yang pemanfaatannya untuk kalangan terbatas antara lain berupa kebun atau halaman rumah atau gedung milik masyarakat atau swasta yang ditanami tumbuhan.

“Sekarang ini ada total 7.500 pohon yang sudah tertanam dan berjalan mencapai 70 persen. Nantinya perkiraan pada tahun 2019 mencapai 12.900 pohon,” tegasnya.

Menangapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Nurul Azizah, menyatakan, salah satu yang diakomodir saat ini yakni dokumen UKL dan UPL yang sudah diterbitkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Baca Juga :   Pertamina EP Gelar Pertemuan Lanjutan dengan Warga

“Didalamnya mininal 90 hektar yang tertanam, dengan jumlah pohon minimal 15.000 pohon,” tegasnya.

Dengan keterangan EMCL yang saat ini jumlah pohon sebanyak 7.500, perlu dilihat apakah semua pohon dalam keadaan hidup. Kemudian, apakah pohon tersebut memenuhi tajuk peneduh atau penghijauan.

“Karena, kalau kita lihat ada beberapa kualifikasi bahwa pohon peneduh atau penghijauan itu apa saja, pohon produktif itu apa saja, pohon hias itu apa,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, sebagai langkah awal data dari semua operator migas akan dijadikan laporan ke Bupati Suyoto. Hanya saja, semua harus membuka kembali dokumen UKL-UPL dimana pemenuhan RTH minimal 90 hektar dengan jumlah pohon mininal 15.000.

Untuk diketahui, rapat koordinasi ini dilaksanakan DLH mengundang semua operator migas baik dari Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ), Sumur tua dan Tiung Biru, Pertamina EP Asset IV Field Cepu, dan Jambaran-Tiung Biru (J-TB), Pertamina EP Cepu (PEPC).(rien)

Baca Juga :   Porsi Daerah di PI Blok Tuban Belum Jelas

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *