Bupati Dorong BUMD Ubah Skema Kerjasama

Kang Yoto

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro –Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto, mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) segera mengubah skema kerjasama pembangunan kilang minyak mini dari Joint Operating (JO) menjadi Joint Venture (JV). 

Dorongan ini disampaikan bupati dua periode itu setelah sistim JO yang digunakan BBS mendapat penolakan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan dan Lembaga Swadaya Masyarakat Bojonegoro Institute (BI), karena berpotensi merugikan daerah.

“Intinya, siapa yang bertanggung jawab. Itu saja,” kata Suyoto kepada suarabanyuurip.com, Kamis (5/10/2017).

Kang Yoto, sapaan akrab Bupati Bojonegoro, meminta agar BBS mengikuti ketentuan dari Kementerian ESDM. Karena arahan yang didapat dari Menteri ESDM, Jonan Ignasius beberapa waktu lau jangan sampai membuat Joint Operation (JO).

“Saya minta ini segera dilaksanakan, agar pembangunan kilang mini bisa segera berjalan,” tegasnya.

Pihaknya mengaku tidak memberikan target kepada BBS untuk menjalankan bisnis kilang minyak mini. Karena, menurut dia, dalam bisnis tidak perlu target dan PT BBS sudah pasti tahu apabila semakin cepat maka semakin baik.

Baca Juga :   PT TGE Diminta Segera Sediakan Penampung Limbah

“Kalau tidak mau rugi, ya segera lakukan,” pungkasnya.

Seperrti diketahui sebelumnya, Menteri ESDM, Ignasisus Jonan menolak memberikan alokasi minyak mentah untuk Bojonegoro sebesar 10.000 barel per hari karena BBS menggunakan skema JO.  Apabila PT BBS akan membangun kilang mini, harus salah satu atau bikin Joint Venture (JV) atau badan usaha.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *