SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Saat musim kemarau panjang sebagian petani di wilayah Kabupaten Lamongan, JawaTimur, tengah menikmati manisnya panen raya jagung yang melimpah. Apalagi harga jagung masih lumayan tinggi yaitu Rp 3500 perkilogram.
Beberapa wilayah di Lamongan yang dalam seminggu ini panen jagung yaitu Kecamatan Pucuk, Sukodadi dan Babat. Banyak mereka yang sedang sibuk di sawah untuk memanen jagung.
Biasanya petani langsung menjual hasil panenan ditempat. Sudah ada tengkulak atau pengepul yang langsung datang ke sawah untuk membeli hasil panen petani. Namun jagung sudah harus dalam kondisi pipilan.
“Biasanya setelah di panen jagung di sawah langsung digrantek (semacam di selep). Saat panenan banyak grantek keliling yang datang ke sawah. Biayanya Rp 7000 untuk persak (satu karung ) jagung,” kata petani asal Desa Tanggungan, Kecamatan Pucuk, Hartono, kepada suarabanyuurip.com.
Cara beli langsung di sawah banyak disukai petani karena lebih praktis dan cepat menghasilkan uang dari pada membawa hasil panenan pulang.
“Kalau mau menjemur sendiri tiga sampai lima hari harga jagungnya memang lebih tinggi. Bisa mencapai Rp 3800 perkilogram. Tapi cara ini tidak disukai petani karena memakan banyak tenaga. Belum lagi harus membayar upah kuli untuk mengangkut panen dari sawah kerumah,” ucap petani lainya Sukardi.(tok)