Komisi C Sidak, RSUD Tutupi Hasil Mediasi

Komidi C sidak di RSUD Tuban

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Menindaklanjuti teror di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R Koesma Tuban, Jawa Timur, pada hari Jumat (6/10) kemarin, Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak). Pada kesempatan tersebut, tim rumah sakit belum membeber hasil mediasi dengan perawat RSNU asal Tasikmadu, Kecamatan Palang yang bayinya meninggal diduga tercebur air panas pekan ketiga September lalu.

“Sidak kali ini untuk mengetahui kronologi insiden pengerusakan fasilitas di RS milik Pemkab Tuban,” ujar Wakil Ketua Komisi C DPRD Tuban, Tri Astutik, kepada suarabanyuurip.com, di sela-sela sidak, Senin (9/10/2017).

Pertama kali tiba di RSUD, tim Komisi C langsung menuju ruang Instalansi Gawat Darurat (IGD). Berlanjut menuju ruang perawatan Ibu dan Bayi, dan terlihat sudah ada perbaikan pada fasilitas tersebut.

Menyoal kelalaian perawatan berinisial IS asal Kecamatan Bancar, politisi Gerindra langsung mengecamnya. Bila prosedur memandikan bayi dilakukan dengan baik, tentu bayi dari perawat RSNU, Nurul Rahman, dan bidan Ika tidak sampai meninggal.

Baca Juga :   Sehari 30 Orang Cari Kerja di Lamongan

“Ini membuktikan Sumber Daya Manusia (SDM) perawat IS yang direkrut tahun 2016 itu perlu ditingkatkan,” jelasnya.

Sejak meninggalnya bayi asal Tasikmadu hari Rabu (20/9) lalu, Tri Astutik menyebut tanggung jawab pihak RSUD baru pada biaya pengobatan di rumah sakit Surabaya sampai pemakaman. Sedangkan untuk kompensasi pada orang tua bayi belum jelas tindaklanjutnya.

Disinggung hasil mediasi tim RSUD dengan keluarga bayi, Komisi C belum mendapatkannya. Kabar terakhir mediasi baru dilakukan pada hari Jumat (6/9) kemarin, atau persis sebelum pengerusakan fasilitas RSUD oleh dua orang tak dikenal.

“Kami juga menunggu dokumen hasil mediasi sejak bayi meninggal,” tambahnya.

Sementara, Kasubag Humas dan Hukum RSUD dr. R. Koesma Tuban, Siswanto, mengaku tidak dilibatkan dalam tim mediasi. Otomatis sebagai corong rumah sakit, dia belum bisa memberikan data ke awak media.

“Kami tidak dilibatkan dalam tim itu,” sambungnya.

Ditanya siapa saja yang terlibat tim mediasi, Siswanto terkesan menutupinya. Dia justru menggiring sesi wawancara pada pelaporan insiden pengerusakan fasilitas bayi, ruang obat, pintu, hingga monitor pelayanan.

Baca Juga :   Tak Temukan Anggota Melanggar

Direktur RSUD, Saiful Hadi, mengklaim mediasi telah dilakukan tim RSUD bersama RSNU, perawat IS, dan pihak keluarga bayi. Entah bagaimana kinerjanya, sampai terjadi insiden teror dua orang yang mengaku bayinya meninggal.

Ayah bayi yang merupakan perawat RSNU, Nurul Rahman belum merespon pesan messenger yang dikirimkan wartawan suarabanyuurip.com, sejak hari Sabtu (7/10) kemarin. Pesan sudah terkirim, dan hanya dibaca tapi belum dibalas.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *