SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban -Â Pemerintah Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mendesak Semen Gresik Kerja Sama Operasi (KSO) Semen Indonesia bertindak cepat mengatasi polusi debu batubara di pantai Desa Socorejo. Kawasan sekitar pelabuhan yang masuk zona konservasi BUMN harus bersih, untuk menopang rencana wisata bahari di Socorejo.
“Kami sudah komunikasi dengan pihak SG perihal ini,” ujar Camat Jenu, Sugeng Winarno, kepada suarabanyuurip.com, melalui sambungan teleponnya, Rabu (11/10/2017).
Mantan Camat Merakurak itu tidak ingin kesehatan nelayan Socorejo terganggu. Sekalipun pencemeran debu sifatnya incidental.
“Tapi kalau itu dibiarkan terus menerus bakal berbahaya,†tegasnya.
Keberadaan BUMN di wilayahnya selama ini memang banyak memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Namun demikian dampak operasi juga harus diperhatikan.
Menyikapi hal ini, Kepala Seksi Corporate Social Responsibility (CSR) SG, Siswanto meminta maaf atas ketidaknyamanan nelayan Socorejo pasca pembongkaran batubara di pelabuhan. Sebagai tanggungjawab, setiap tahun SG membagikan sembako ke warga sekitar perusahaan.
“Sekaligus beberapa program pemberdayaan masyarakat lainnya,” jelasnya.
Pria ramah ini juga bakal memperhatikan harapan dari Camat Jenu untuk mengurangi dampak pencemaran batu bara dengan menerjunkan timnya untuk melakukan penyiraman rutin pasca pembongkaran.
“Harapannya sisa debu tidak membumbung terbawa angina,†ucapnya.Â
Sebelumnya, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kecamatan Jenu, Rohmat Hidayat, membenarkan setiap kali pembongkaran batubara pasti mencemari lingkungan sekitar. Apabila ada nelayan yang melintas, kerap kelilipan matanya. (aim)