Ada 40.898 Jiwa Kekurangan Air di Musim Pancaroba

Dropping air bersih tuban

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Memasuki musim pancaroba atau transisi dari kemarau ke musim penghujan, masih ada 40.898 jiwa di sembilan kecamatan Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kekurangan air bersih. Setiap pekan, mereka yang terdampak kekeringan disuplai air bersih terus oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban.

“Dropping air sebagai langkah pemerintah menanggulangi bencana kekeringan ini,” ujar Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (13/10/2017).

Puluhan ribu warga tersebut menyebar di Kecamatan Semanding, Montong, Parengan, Grabagan, Bangilan, Kerek, Jatirogo, Senori, dan Soko. Titik sebaran kekeringan juga meliputi, Lapangan Migas Mudi, Blok Tuban yang dikelola Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) dan Lapangan Tapen di operatori Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Asset 4 Field Cepu.

Warga yang kekurangan air tersebut berada di 12.521 KK, dan di 35 desa. Untuk titik kekeringan paling kritis berada di Kecamatan Senori dengan 10 desa terdampak. Dilanjutkan Kecamatan Semanding dengan enam desa, Kecamatan Jatirogo lima desa, Kecamatan Grabagan empat desa, Kecamatan Bangilan tiga desa, Kecamatan Parengan tiga desa, Kecamatan Kerek dua desa, Kecamatan Montong dua desa, dan satu desa di Kecamatan Soko.

Baca Juga :   Lebaran 2023, KAI Daop 8 Surabaya Siapkan 81.560 Tempat Duduk Tambahan

“Beberapa titik yang tahun ini tidak kekeringan karena sudah ditopang embung/waduk bantuan APBD, APBD Prov, maupun APBN,” jelas Joko.

Melihat derita warganya yang kekurangan air, Bupati Tuban, Fathul Huda, tak segan turun dari satu desa ke desa lainnya. Didampingi BPBD dan pemerintah kecamatan setempat, terjadilah dialog langsung antara warga dan pimpinan daerah.

Sebagai pimpinan, Fathul Huda ingin merasakan dan melihat langsung bagaimana kondisi sebenarnya di lapangan. Blusukan ke titik kekeringan juga dalam rangka cek n ricek laporan bawahannya.

“Setelah tahu kebutuhan warga nanti kita rumuskan solusinya bersama,” sambungnya.

Selain bencana kekeringan, wilayah Tuban saat kemarau juga menjadi langganan kebakaran hutan. Mayoritas penyebab kebakaran itu, merupakan ulah oknum yang tidak bertanggungjawab.

Untuk menanggulangi bencana ganda tersebut, Bupati Tuban telah menyiapkan APBD sebesar Rp700 juta. Apabila menipis, BPBD dapat mengakses dana APBD Provinsi setelah Pemkab Tuban mengeluarkan surat nomor 365/4599/414.204/2017 tentang status darurat kekeringan dan kebakaran hutan.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Tuban, Desindra, memaparkan untuk tiga pekan kedepan – sampai awal Nopember, wilayah Jatim dan juga Tuban hujan akan terjadi berupa spot/lokal. Perlu diwaspadai pada masa transisi (pancaroba) ini akan sering muncul cuaca ekstrim seperti hujan sangat lebat, angin kencang dan puting beliung.

Baca Juga :   Teror Bom Gegerkan Warga Tuban

“Hal ini disebabkan kondisi atmosfer yang tidak stabil (unstabel atmosphere) yaitu terbentuknya awan2 konvektif serupa Awan Cumulonimbus (Cb),” pungkasnya. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *