Wabup Meradang Dengar Rumah Warganya Retak

Wabup Noer Nahar

SuaraBanyuurip.com – Ali Imron

Tuban- Adanya puluhan rumah retak di Ngetuk Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, akibat dampak peledakan tambang Semen Gresik Kerja Sama Operasional (KSO) Semen Indonesia, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, meradang. Tak seharusnya keberadaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di wilayahnya justru merugikan warga.

“Pasti ada kesalahan kalau membuat retak rumah warga Ngetuk,” ujar Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, ketika dikonfirmasi suarabanyuurip.com, di gedung DPRD Tuban, Selasa (17/10/2017).

Peristiwa rumah retak di sekitar tambang yang terjadi ini membuktikan ada ketentuan yang dilanggar oleh SG. Apakah besarnya daya ledak, atau jarak dari pusat ledakan ke rumah warga. 

Karena itu, lanjut wabup, dampak tersebut perlu diteliti, setelah adanya laporan dari Dinas Lingkungan Hidup (LH) Tuban.

“Saya baru mendengar dari media,. Kalau laporan detailnya belum pegang,” ucapnya.

Politisi PKB Tuban menduga kalau SG menggunakan bahan ledak terlalu tinggi. Dugaan lain karena pemasangan alat ledak tidak tepat. Melihat jaraknya radius 500 meter dari pemukiman, itu sudah jelas keliru.

“Kalau pemasangan alatnya kurang dalam tentu ledakannya tinggi,” terangnya.

Pekan ini, Wabup memastikan laporan Dinas LH ditangannya. Intinya SG harus memperbaiki teknik peledakan tersebut. Sekaligus menyesuaikan dengan regulasi tambang yang baru.

“Jangan sampai terulang lagi,” pintanya.

Kasi Corporate Social Responsibility (CSR) SG, Siswanto mengaku siap mengganti rugi 59 rumah yang dindingnya retak. Saat ini baru menunggu administrasi dari desa, nanti baru dicairkan.

“Kami terus berkoordinasi dengan warga dan pemerintah desa,” kelitnya.

Pantauan di lokasi tambang, jarak rumah warga paling dekat berada di radius 500 meter. Dinding rumah warga bergetar kisaran pukul 12:30 WIB-15:00 WIB, bersamaan dengan peledakan tambang.

Bagi rumah yang dibangun dalam kurun waktu lima tahun terakhir, retakan masih terlihat jelas. Merembet dari bawah ke arah genting. Bahkan ada dinding rumah warga yang retaknya tembus, dan tiang peyangga gentingnya geser. (aim)

Baca Juga :   Bersama Ademos, EMCL Gelar Diskusi Bertajuk Strategi Pengelolaan Taman Baca Masyarakat di Bojonegoro

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *