SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Sulitnya mendapatkan bahan bakar solar menjadi persoalan klasik yang selama ini dialami para nelayan di wilayah Pantai Utara (Pantura) Lamongan, Jawa Timur. Harapan akan adanya SPDN agaknya masih sebatas impian panjang yang sulit terealisasikan.
Selama ini untuk mendapatkan solar ribuan nelayan di wilayah Kecamatan Brondong harus membeli dari Stasiun Pembelian Bahan Bakar Umum (SPBU). Untuk membeli solar di SPBU nelayan harus mengeluarkan biaya ekstra transportasi karena solar harus diangkut dengan kendaraan tosa atau mobil pick up.
“Jarak SPBU dengan tempat bersandarnya kapal sekira 7 kilometer. Terpaksa harus mengeluarkan biaya sedikitnya Rp 50 ribu untuk ngangkut solarnya,” kata nelayan di Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Tohari, kepada Suarabanyuurip.com.
Berbeda dengan nelayan di Desa Lohgung, mereka lebih banyak membeli solar di SPBU Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, karena jaraknya lebih dekat dari SPBU Brondong.
“Beli solarnya di SPBU Palang. Tapi juga tidak mudah karena sebagian besar warga Palang juga bermata pencaharian nelayan,” cetus nelayan Lohgung Sukri.
Pemerintah Desa Labuhan dan Desa Lohgung selama ini sudah mengupayakan bisa dibangunnya SPDN atau sejenisnya di wilayah mereka untuk pemenuhan solar kebutuhan melaut. Mengingat ribuan warga atau sekira 90 persen dari total jumlah warga menggantungkan hidup sebagai nelayan.
Kades Lohgung, Siyar mengatakan, tahun 2013 lalu pernah akan di bangun AKR di wilayahnya. Lokasi pendirian AKR juga sudah disurvey dan ditetapkan. Namun hingga 4 tahun menunggu tidak pernah ada kelanjutan pembangunannya.
“Tidak ada kabar lagi akan dibangunnya AKR, padahal masyarakat sudah sangat mengharapkan,” kata Siyar.
Sementara Kades Labuhan, Afnan Asfendi, mengaku, selama tiga tahun ini memperjuangkan berdirinya SPDN di desanya. Janji dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lamongan akan membangun SPDN belum juga terwujud.
“Kecukupan solar menjadi modal utama nelayan untuk kelancaran melaut. Bagaimana nelayan bisa sejahtera kalau tidak bisa lancar melaut gara-gara sering kehabisan solar?,” ungkap Asnan.(tok)