SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Belasan agen solar di pangkalan kapal wilayah Pantai Utara (Pantura) mengalami gulung tikar. Disinyalir akibat dikemplang (dihutang) nelayan. Para agen solar adalah istilah para penjual solar yang berjualan di sekitar tempat berlabuhnya kapal dan perahu disepanjang wilayah Kecamatan Paciran hingga Brondong. Mereka melayani kebutuhan bahan bakar kapal dan perahu nelayan untuk melaut.
Sepintas usaha ini cukup menggiurkan namun juga beresiko besar. Berapapun bahan bakar yang mereka pasok akan laku karena telah memiliki pelanggan dan pembeli tetap yaitu para nelayan. Namun nasib juga bIsa buntung jika nelayan lari dan tidak mau membayar solar yang dihutang.
“Sistem kerjanya para nelayan membawa dulu solar yang dibutuhkan saat hendak berangkat berlayar. Setelah pulang melaut baru membayar solar yang diutang,” kata salah satu mantan pengusaha agen solar di Brondong, Lamongan, Jawa Timur, Sutrisno, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (19/10/2017).
Para agen solar bisa melayani belasan hingga puluhan perahu dan kapal nelayan. Padahal untuk setiap perahu kecil membutuhkan bahan bakar 30 liter solar dan perahu besar sekira 60 liter solar. Mereka mendapatkan solar dari membeli di SPBU dalam skala besar.
Biasanya nelayan yang hutang solar di agen mulai seret (tidak lancar) membayar karena alasan hasil tangkapan sepi. Satu dua kali agen solar masih bisa memaklumi dan masih memasok kebutuhan solar nelayan.
“Biasanya setelah hutang menumpuk nelayan yang punya hutang tidak datang lagi. Mereka pindah ke agen solar lain atau membeli solar di SPBU,” urai Sutrisno lagi.
Situasi inilah yang menjadikan para agen solar akhirnya kehabisan modal dan gulung tikar atau bangkrut.
Di beberapa pelabuhan dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) seperti di Desa Sedayu Lawas, Labuhan dan Lohgung, saat ini hanya segelintir agen solar yang bertahan. Mereka hanya melayani kebutuhan solar untuk perahu kecil.
“Hanya melayani perahu kecil, Mas. Itu pun sudah langganan lama dan pemilik perahu banyak yang langsung membayar tunai saat membeli solar, ” ujar agen solar di Desa Lohgung Farid.
Di Desa Lohgung sendiri sekira dua tahun lalu terdapat belasan agen solar. Namun kini hanya terdapat sekira tiga agen yang bertahan dan hanya melayani kebutuhan solar perahu kecil.
“Banyak agen solar yang bangkrut. Saat ini hanya tinggal tiga agen solar yang bertahan,” ujar perangkat Desa Lohgung, Beni.
Untuk mendapatkan solar para nelayan di Desa Lohgung saat ini membeli di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang jarak tempuhnya lebih dekat dibanding beli di SPBU Brondong.(tok)