SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bojonegoro, mengajak 20 jurnalis dari media lokal Bojonegoro, Jawa Timur, untuk membuat karya jurnalistik berbasis data dalam acara Discussion Of The Result Of Investigation Report di Hotel Aston, Kamis (19/10/2017).
“Sebelum melakukan peliputan, alangkah baiknya melakukan perencanaan terlebih dahulu. Persiapan utama adalah bagaimana mendapatkan data,” kata salah satu narasumber, Eko Widianto, yang juga Pimpinan Redaksi TeraKota.co.
Pihaknya berharap dalam meliput sebuah berita bisa berdasarkan data. Tidak hanya sekedar informasi atau sekedar omongan saja dari narasumber. Sehingga bisa terhindar dari berita bohong seperti cerita Dwi Hartanto yang mengaku Ilmuwan.
“Karena dasar penulisan tidak berdasarkan data,” tukasnya.
Sementara Direktur Bojonegoro Institute (BI), Aw Saiful Huda, mengungkapkan, jika Open Government Partnership (OGP) itu tidak serta merta semua terbuka. Ada hal-hal tertentu yang memang tidak bisa dipublikasikan.
“OGP sebagai cara agar semua terlibat dalam pembangunan,” ungkapnya.
Meski demikian, OGP di Bojonegoro masih banyak kekurangan. Sehingga, semua pihak harus ikut terlibat dalam pembangunan dan mendorong agar kedepannya semakin baik.
Ketua AJI Bojonegoro, Anas Abdul Ghofur mengatakan, adanya upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dalam menerapkan pemerintahan terbuka seharusnya bisa dimanfaatkan jurnalis untuk membuat laporan berbasis data. Selama ini, menurut Anas, banyak jurnalis yang hanya megutip omongan narasumber, namun tidak banyak menyajikan data.
“Jurnalisme data bisa menjadi jawaban, di tengah banjir informasi melalui media digital,†pungkasnya.(rien)