SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Derita panjang sulit mendapatkan air bersih yang dialami warga Desa Porodeso, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, akhirnya akan segera terhapuskan setelah desa pelosok ini mendapatkan proyek Program Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) III.
“Selama puluhan tahun warga sulit mendapatkan air bersih. Alhamdulillah tahun ini bisa mendapatkan bantuan Pamsimas, ” kata Kepala Desa (Kades) Porodeso, Achmad Ghozali, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (19/10/2017).
Saat ini tengah dilakukan pembangunan tower tandon air dan pengeboran sumber air dengan kedalaman 135 meter. Pihak pemerintah desa sendiri sudah membentuk tim pelaksana pembangunan dan badan pengelola air minum.
Dana proyek Pamsimas Desa Porodeso mencapai Rp 350.016.000 dari tiga sumber yaitu dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 senilai Rp245.000.000, dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBdes) Rp35 juta dan swadaya masyarakat Rp 70.016.000.
“Meski masih dalam proses pengerjaan, saat ini sudah ada sekira 220 kepala keluarga (KK) yang mendaftar untuk menjadi pelanggan air bersih, ” tambah Ghozali. Kedepan pengelolaan Pamsimas III akan dikelola dalam Bumdes.
Achmad Ghozali, menambahkan, biasanya untuk kebutuhan air bersih setiap harinya warga harus membeli air dari luar desa seharga Rp2000 per jerigen (25 liter). Dalam sehari rata-rata warga harus mengeluarkan anggaran Rp 10 ribu atau Rp 300 ribu per bulan untuk pemenuhan air bersih.
“Semoga dengan adanya Pamsimas ini dapat menghapus dahaga panjang yang selama ini dialami oleh warga,†pungkasnya.(tok)