Warga Desa Maindu Trauma

BPBD Tuban cek keretakan bangunan

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Adanya gempa bumi yang berkekuatan 3.8 Skala Richter (SR), yang berpusat di air terjun Bongok desa setempat menyisakan trauma mendalam bagi warga Desa Maindu, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Mereka takut jika saat istirahat malam hari, terjadi gempa susulan.

“Masih khawatir ada gempa lagi,” ujar Ketua Rukun Tetangga (RT), Dusun Windu, Desa Maindu, Ahmad, kepada suarabanyuurip.com, saat ditemui di kediamannya, Kamis (19/10/2017) sore.

Gempa atau dikenal warga Lindu, itu baru pertama kali terjadi di wilayahnya. Seingatnya suara gemuruh disertai getaran terjadi pukul 11:00 WIB, dengan jeda kurang lebih tiga menit.

Merasa ada getaran dari bawah tanah, Ahmad langsung keluar rumah bersama istrinya. Ternyata setelah masuk ke rumah, tembok di bagian ruang tamu dan kamar pribadinya retaknya bertambah.

“Retaknya bertambah parah setelah gempa,” imbuh pria humanis itu.

Pasca terjadi gempa, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Montong langsung mendata rumahnya. Dilanjutkan pendataan dari tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban.

Baca Juga :   Balita 3 Tahun Hilang Saat Hujan-hujanan

Sebagai ketua RT di wilayah api abadi, dia tidak begitu mengharapkan ada ganti rugi atau bantuan. Paling utama adalah kepastian bahwa tidak ada gempa susulan. Jika ada info terbaru, diharapkan segera diinfokan ke warga.

Segendang seirama disampaikan warga lainnya, Waras. Dia juga kaget sewaktu genteng rumah bagian belakang rontok. Beruntung waktu terjadi gempa, dia dan istrinya berada di luar rumah.

“Genteng rumah saya rontok,” sambungnya.

Menyikapi keresahan warga di Kecamatan Montong, Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono, menjelaskan, sampai sekarang belum ada peringatan gempa kembali. Selain di Montong, gempa juga terasa di Kecamatan Grabagan dan Parengan.

Data sementara satu rumah warga, dua sekolah yakni SDN 1 Maindu, dan SMP 3 Montong terdampak gempa. Untuk jumlah kerugiannya masih dihitung bersama pihak kecamatan masing-masing.

Siaran resmi BMKG memaparkan, gempa tercatat 15 Km Timur Laut Bojonegoro dan sekitarnya. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi yang terjadi berkekuatan M = 3.8 Skala Richter itu berpusat di darat, 15 km arah Timur Laut Bojonegoro pada koordinat 7.02 LS,111.93 BT kedalaman 9 km.

Baca Juga :   Bayi Dibuang di Bojonegoro Jadi Rebutan Masyarakat

Ditinjau dari lokasi episentrum dan kedalaman sumber gempa, penyebab gempa ini diperkirakan terjadi akibat aktivitas Sesar Rembang. Getaran gempa bumi diperkirakan dirasakan pada skala II SIG (Skala Intensitas Gempabumi) BMKG atau setara II – III MMI di Tuban, dan daerah disekitarnya yang berdekatan dengan lokasi sumber gempa. Pada skala ini digambarkan getaran lemah dan dirasakan oleh beberapa orang. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *