SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban -Â Di Hari Jadi Tuban (HJT) ke-724, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Tuban, Jawa Timur, mengajak 1.171 peserta lomba untuk menciptakan motif dan gambar batik tulis. Upaya ini untuk mendekatkan generasi muda terhadap warisan budaya, yang tak pernah lekang oleh waktu.
“Untuk cinta terhadap batik harus dikenalkan dulu,” ujar Kepala Diskoperindag Tuban, Agus Wijaya, kepada suarabanyuurip.com, di sela-sela lomba di pantai Boom Kelurahan Kutorejo, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Minggu (22/10/2017).
Sedikitnya ada 541 pelajar Sekolah Dasar (SD) yang meramaikan lomba. Ditambah 367 pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), 120 pelajar Sekolah Menegah Atas (SMA), dan 143 peserta umum.
Tak sekedar menciptakan motif dan gambar baru, peserta juga berkesempatan melihat karya pembatik senior Tuban terbaik dalam HJT Tuban ke-724. Beragam warna, dan motif batik dipamerkan sebagai tanda kebesaran Tuban.
“Pembatik terbaik kami bina dan beri penghargaan,” imbuh mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Tuban.
Kegiatan ini juga menjembatani antar generasi. Diharapkan ada transformasi ilmu membatik, supaya motif batik kuno khususnya tak hilang.
Dari lima belas pembatik terbaik dalam HJT Tuban, 10 diantaranya disabet warga Desa Gaji, Kecamatan Kerek. Lainnya berasal dari Desa Margerojo, Kecamatan Kerek. Hal ini sebagai bukti pencipa motif yang unggul, berada di Kecamatan Kerek atau wilayah operasi BUMN Semen Gresik Kerja Sama Operasional (KSO) Semen Indonesia.
Mewakili Ketua Dekranasda Tuban, Sri Rahayu Budi Wiyana, meminta generasi muda tak melupakan batik. Warisan leluhur yang turun temurun harus dilestarikan, sebelum diklaim oleh pihak lain.
“Yang membesarkan Tuban di kancah Nasional salah satunya batik,” ucap istri Sekda Tuban, Budi Wiyana.
Pendamping peserta asal Kecamatan Tambakboyo, Buntas Pradoto, mengapresiasi even seperti ini. Perlu adanya tindaklanjut, dan gayung bersambut dari pihak lain supaya batik dicintai generasi muda.
“Alhamdulillah bisa berpartisipasi dalam lomba ini,” sergah dalang muda tersebut.
Di sela-sela lomba, panitia juga menggelar peragaan busana batik khas Tuban. Tamu undangan atau masyarakat yang hadir, sangat mengapresiasi dan sesekali mengabadikan dalam sebuah foto. (Aim)