SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, belum memperoleh pengajuan permintaan tenaga kerja terampil dari operator proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB), Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC), jelang pelaksanaan proyek Gas Processing Facilities (GPF) J-TB.
“Sampai saat ini PEPC belum mengajukan permintaan tenaga kerja untuk dipekerjakan di proyek pengembangan gas J-TB,” kata Kepala Bidang Pengembangan dan Penempatan Tenaga kerja Disperinaker Bojonegoro, Joko Santoso, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (25/10/2017).
Menurutnya, pengajuan tenaga kerja akan diberikan oleh PEPC dan kontraktor GPF PT Rekayasa Industri (Rekind) pada rapat lanjutan bersama Pemkab Bojonegoro.
Dari data yang ada, saat ini ada sekira 1.500 tenaga bersertifikasi berbagai bidang mulai las, perpipaan, listrik, operator “crane” juga bidang migas lainnya yang siap dipekerjakan.
Tenaga kerja yang sudah bersertifikasi tersebut memiliki pengalaman dari proyek Engineering Procuremen and Construction (EPC) Lapangan Banyuurip, Blok Cepu.
“Sementara lainnya, ada yang ikut pelatihan sertifikasi pada tahun 2016,” imbuhnya.
Sekarang ini, sebagian memang ada yang sudah bekerja di perusahaan, tetapi ada juga yang masih belum bekerja. Sehingga, harapannya bisa ikut terlibat pada pengembangan lapangan gas J-TB.
“Apabila PEPC mengajukan permintaan tenaga kerja yang bersertifikasi maka tenaga kerja yang sudah terdata akan langsung dihubungi,” tukasnya.
Pihaknya berharap, PEPC tidak perlu mengambil tenaga kerja dari luar untuk tenaga kerja bersertifikasi apalagi tenaga kerja biasa.
“Informasinya selama masa proyek berjalan membutuhkan sekira 6.000 tenaga kerja, pastinya akan mengurangi jumlah pengangguran di Bojonegoro,” pungkasnya.(rien)Â