SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mendorong agar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di sektor perhotelan Griya Dharma Kusuma (GDK) untuk memanfaatkan momen keberadaan proyek Engineering, Procurement, and Construktion Gas Processing Facility (EPC GPF) Jambaran-Tiung Biru (J-TB) untuk mendongkrak pendapatan daerah.
“GDK harus bisa bersaing dengan hotel swasta lainnya,” kata Ketua Komisi B, Sigit Kusharianto.
Dengan adanya proyek J-TB bisa dipastikan banyaknya pengunjung yang terlibat dalam pekerjaan disana. Baik itu pekerja maupun rekan bisnis operator proyek Unitisasi Lapagan Gas J-TB, Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) maupun kontraktor GPF PT Rekayasa Industri (Rekind).
“Kalau perlu, GDK pakai sistem kontrak dengan PEPC atau PT Rekind. Supaya kamar-kamar hotel bisa digunakan berkelanjutan,” sarannya.
Politisi asal Partai Golkar ini menyebutkan, estimasi pendapatan GDK pada tahun 2018 sebesar Rp550 Miliar di dalam KUA PPAS masih dianggap kurang. Karena, dengan potensi yang ada di J-TB seharusnya pendapatan bisa mencapai Rp1 Miliar lebih.
“Angka itu masih bisa dirubah, kita dorong supaya pendapatan tahun depan mencapai angka Rp1 Miliar,” pungkasnya.(rien)