SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Beredarnya isu miring yang menerpa wisata Sendang Puncakwangi, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, yang diduga sering dibuat tempat mesum pasangan lawan jenis menarik perhatian pemerintah desa (Pemdes) setempat untuk mengambil tindakan mengeliminirnya.
Salah satu tindakan yang dilakukan adalah dengan lebih mengintensifkan pengawasan di sekitar area lokasi wisata sendang.
“Kami selalu meminta kepada Karang Taruna yang mengelola wisata Sendang agar tidak segan-segan menegur pengunjung yang menjurus pada perbuatan asusila, ” kata Kepala Desa (Kades) Puncakwangi, Bagus Cahyo Kurniawan, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (25/10/2017).
Dengan intensitas pengawasan itu perbuatan mesum yang sebelumnya marak terjadi di wisata yang juga bumi perkemahan itu jarang lagi terjadi.
Pemerintah sendiri serius menggarap wisata Sendang agar lebih menyedot jumlah wisatawan. Beberapa fasilitas baru telah dibangun diantaranya tempat Mandi Cuci Kakus (MCK) enam pintu dan pembangunan jalan menuju lokasi wisata. Dana pembangunan bersumber dari Dana Desa.
“Setiap bulannya pemasukan wisata sendang sekira Rp2 juta. Itu dari parkir motor, dan mobil sedang untuk masuk ke lokasi wisata sendiri masih gratis,” cetus Agus.
Tarif parkir motor Rp 2 ribu dan mobil Rp 5000. Sedang untuk kemah dikenakan biaya Rp100 ribu permalam untuk satu kelompok atau sekolah.
Anggota DPRD Lamongan Sarmadi mengharapkan agar pemerintah desa bisa lebih serius dalam mengelola wisata Sendang.
“Pemdes harus bisa memaksimalkan potensi wisata tersebut. Jangan sampai Sendang Puncakwangi dikenal luas karena image negatifnya,” kata Sarmadi.(tok)