eL-SAL Ajak Stakeholder Jawab Problem Pemuda

Pemuda Tuban

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Study dan Advokasi Lingkungan (eL-SAL) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengumpulkan semua Stakeholder untuk menjawab dan merumuskan problematika pemuda. Keprihatinan tersebut berawal dari menurunya jiwa, dan rasa nasionalisme para pemuda bangsa akhir-akhir ini.

“Persoalan ini harus kita diskusikan,” ujar perwakilan eL- SAL, Ahmad Shohib, melalui pesan yang diterima suarabanyuurip.com, usai diskusi Strategis Pemuda pembangunan dengan tema “Peduli Pemuda, Dan Pemuda Peduli Melangkah Bersama Menuju Masyarakat Sejahtera, Kamis (26/10/2017).

Belum seimbangnya jumlah generasi muda dan fasilitas yang dibutuhkan, seperti fasilitas pendidikan, serta masih kurangnya peluang pekerjaan ataupun kesempatan bekerja, mengakibatkan berkuranya produktifitas nasional. Sekaligus memperlambat laju perkembangan nasional, yang dapat menimbulkan berbagai problem di tengah masyarakat.

Apabila hal ini dibiarkan, lambat laun akan merugikan bangsa selain generasi muda itu sendiri. Tak pelak, dalam kesempatan ini perlu ada satu rumusan yang menjadi pertimbangan pemerintah setempat dalam bergerak nantinya.

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tuban tahun 2016, jumlah pemuda usia 15 tahun keatas sebanyak 897.601 jiwa, yang sudah bekerja sebanyak 584.743 (67,18 %). Sementara yang masih belum bekerja sebanyak 18,296 (3,03 persen). Selebihnya masih sekolah 59.588 jiwa, mengurus rumah tangga 193.381 jiwa, dan lain-lain 41.593 jiwa.

Baca Juga :   Jelang Ramadhan, PSHT Rayon Butoh Bersihkan Sekitar Tempat Ibadah dan Makam

Data inilah yang menjadi latar belakang eL-SAL mengumpulkan semua multi pihak untuk bersama-sama mengurangi permasalahan ini. Tentunya melalui pengembangan potensi yang dimiliki oleh para pemuda, supaya ada ruang untuk menyalurkan potensi yang dimiliki.

Hadir sebagai narasumber, Joko Hadi Purnomo (Akademisi), HM. Miyadi, S.Ag, MM (Ketua DPRD Tuban), Dr. Ir Budiwiyana, M.Si (Sekda Pemkab Tuban). Ditambah seluruh Organisasi Kepemudaan di Kabupaten Tuban mulai dari KNPI, Karang Taruna, GP Ansor, IPNU-IPPNU, PMII, HMI, Pemuda Muhamdiyah. Beberapa LSM juga hadir mulai dari Fitra Jatim, KPR, Jarkom Desa, IDFos, dan seluruh pimpinan perguruan tinggi di Bumi Wali Tuban.

“Focus Group Discussion (FGD) seperti inilah yang dibutuhkan gunan membantu pemerintah merumuskan program atau penanganan biar tepat sasaran,” kata Ketua KNPI Tuban, Nasirul Umam.

Atas nama Pemkab Tuban, Sekda Tuban, Budi Wiyana, berterimakasih pada semua kalangan yang peduli akan perkembangan kemajuan Kabupaten Tuban. Diawali dengan mencari akar permasalahan, serta mencarikan sulusi terbaik.

“Terimakasih, kami sangat terbantu dengan hal semacam ini,” sambungnya.

Baca Juga :   Pelajar Cepu Dilatih Tanggap Bencana

Diharapkan pula, tidak hanya berhenti pada tataran konsep. Supaya pemerintah dapat menyinergikan dengan program pemerintahan.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *