SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu memacu produksi minyak dari Lapangan sumur tua bekas dikelola Kerja Sama Operasi (KSO), PT Geo Cepu Indonesia (GCI) yang dinyatakan pailit sejak awal September 2017.
Pada saat ditinggalkan KSO GCI, produksi existing Lapangan Minyak Sumur Tua hanya 200 barel per hari (Bph). Namun pada periode Oktober 2017 meningkat siginifikan menjadi 700 bph.
“Ada peningkatan 500 an bph,†kata Field Manager Pertamina EP Aset 4, Heru Irianto kepada suarabanyuurip.com, Kamis (26/10/2017).
Heru menjelaskan untuk meningkatkan produksi di lapangan eks GCI tersebut dilakukan beberapa tahapan. Di antaranya melakukan skala prioritas potensi terbesar peningkatan produksi untuk perawatan, kemudian menghidupkan sumur – sumur yang mati.
Selain itu, pihaknya bekerjasama dengan masyarakat penambang untuk mengembalikan sumur – sumur atau aset – aset negara yang sebelumnya dikelola mereka.
“Kami juga memperbaiki fasilitas produksi serta mengembalikan efisiensi subsurface pump di atas 80 persen,” tegas Heru.
Dengan peningkatan produksi yang dicapai sekarang ini, Pertamina EP menargetkan produksi 1080 bph dari lapangan bekas dikelola GCI.
“Kami berharap hasilnya bias lebih besar dari target,†ucapnya.
Sesuai data dari Pertamina EP, terhitung sejak 24 Oktober 2017, total realisasi produksi Field Cepu di atas 2200 bph atau sekitar 115 % dari target rata – rata produksi minyak setahun sebesar 1862 bph.
Sementara untuk produksi gas mencapai 68,7 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD) dengan tingkat penjualan Gas yang terserap mencapai 42,5 MMSCFD.
“Harapan kami produksi hingga akhir tahun dapat terus ditingkatkan sehingga dapat membantu pemenuhan target produksi migas nasional,†pungkas Heru. (ams)