Warga Tolak Pelaku Mutilasi Kembali ke Desa

Wusito mutilasi

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban– Insiden berdarah mutilasi bocah SDN Tanggulangin 2 Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, almarhum M. Arifin (6) masih menyisakan duka dan trauma mendalam bagi warga Dusun Tawin, Desa Tanggulangin. Demi keamanan anak-anak di wilayah setempat, pelaku mutilasi Wusito (33) ditolak kembali ke desa.

“Kami takut jika Wusito kembali ke desa,” ujar tetangga pelaku, Lasipah, ketika ditemui suarabanyuurip.com, di kediamannya, Kamis (26/10/2017).

Perempuan berkulit sawo matang itu masih gemetar, dan tidak menyangka ada pembunuhan sadis seperti itu. Kalau pelaku pembunuhan kembali ke desa, dikhawatirkan akan mengulangi kejadian serupa.

Sejak meninggalnya korban, suasana mencekam masih terasa di Dusun Tawing. Setiap anak yang berangkat sekolah SD diantar jemput ibunya, bahkan ditunggui hingga pulang.

Saat malam juga demikian, tidak ada anak-anak yang tidur di kamar sendirian. Sekeluarga tidur dalam satu kamar berdesak-desakan.

“Anak-anak kalau malam tak berani tidur sendirian,” imbuhnya.

Segendang seirama disampaikan, warga lain Parno. Dia dengan tegas menolak kedatangan Wusito kembali ke rumahnya. Lebih baik diajak kerja yang jauh, dan tak usah kembali.

Baca Juga :   Idul Adha Penjualan LPG 3 kg Naik 20%

“Itu lebih baik dan warga sudah sepakat,” sergahnya.

Tetangga lainnya, Puji juga masih terngiang sosok korban yang saban hari melintas di depan rumahnya. Sebelum hilang, dia mengaku sempat bertanya kepada korban.

“Kenapa kok pulang sendiri,” sambungnya.

Waktu itu, korban menjawab mau pulang ke rumah minta uang untuk menabung. Setelah itu, dirinya kembali ke rumahnya dan tidak tahu Wusito sudah menunggu korban.

Informasi yang diterima tetangga pelaku dari polisi, di dalam rumah Wusito ada banyak mangga muda. Diduga korban ditawari mangga tersebut saat melintas di samping rumah pelaku.

Ibunda korban, Waniti (45), mengaku buah hatinya tak pernah menggoda pelaku. Saban melintas pasti langsung lari, karena khawatir terjadi apa-apa.

“Baru sekali tidak saya dampingi ternyata nasib Arifin demikian,” jelasnya.

Perbuatan Wusito, tidak dimaafkan oleh ayah korban, Samijo (55). Apabila pelaku tidak dihukum karena diduga gangguan jiwa, maka ayah pelaku Saridi harus yang bertanggungjawab.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Pulang dari Sawah, Warga Ngrejeng Dikabarkan Hilang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *