50 Persen SMP Belum Miliki Fasilitas Komputer

Kepala SMPN 1 Gayam Wahyudi

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Di era tekhnologi sekarang ini, kebutuhan komputer bagi pelajar seharusnya menjadi hal utama. Selain sekarang ini pelaksanaan ujian yang berbasis komputer juga bisa mengajarkan internet sehat.

Namun, hal itu belum bisa berjalan seimbang karena masih banyak sekolah terutama di tingkat Sekolah Menegah Pertama (SMP) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang belum bisa memenuhi fasilitas komputer bagi siswanya.

“Memang banyak sekali lembaga sekolah tingkat SMP belum bisa memenuhi kebutuhan komputer bagi siswanya,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Hanafi, kepada Suarabanyuurip.com.

Kondisi keuangan sekolah yang belum mumpuni menjadi salah satu alasan utama, mengapa fasilitas tekhnologi tersebut tidak bisa terpenuhi.

Terlebih, terpuruknya keuangan daerah akibat menurunnya Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi (DBH Migas) belum bisa memberi kontribusi lebih pada sekolah.

“Iya, kan tahu sendiri kondisi keuangan daerah seperti apa. Kalau minta pungutan dari orang tua untuk membeli komputer takutnya banyak yang tidak mampu,” imbuhnya.

Dari total 100 SMP se derajat dengan rincian 49 SMP Negeri dan 51 SMP Swasta, hampir 50 persennya belum memiliki kelengkapan fasilitas komputer.

Baca Juga :   Mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro Berikan Edukasi Unplugged Coding kepada PKK Desa Banjarsari

“Kita punya strategi untuk menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun depan Mbak,” ucapnya.

Strategi tersebut dengan melakukan perjanjian atau kerjasama dengan pihak Sekolah Menengah Atas (SMA) se derajat. Sehingga, pada saat ujian berlangsung siswa SMP bisa menggunakan fasilitas yang dimiliki pihak SMA.

“Kebetulan, jadwal ujiannya kan tidak berbarengan, dan sebagian besar SMA di Bojonegoro memiliki komputer yang lengkap,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala SMP N 1 Gayam, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Wahyudi, mengungkapkan, selama ini para murid masih menggunakan komputer jadul dalam pembelajaran di sekolah.

“Dari 12 unit komputer, sisa 6 yang masih bisa beroperasi,” tukasnya.

Meski demikian, pihaknya tidak akan memberatkan wali murid untuk membeli komputer baru. Karena, jumlah yang dibutuhkan terlalu banyak yakni 35 unit. Sedangkan, harga satu perangkatnya saja mencapai Rp3 jutaan.

“Semoga semua fasilitas sekolah bisa terpenuhi supaya belajar mengajar terlaksana dengan baik,” harapnya.

Meski termasuk berada di wilayah ring 1 lapangan migas Banyuurip, Blok Cepu, namun Wahyudi belum mengajukan bantuan komputer tersebut. Karena, operator Blok Cepu ExxonMobil Cepu Limted (EMCL) telah banyak memberikan kontribusinya untuk SMP Negeri 1 Gayam.

Baca Juga :   Sampah Plastik Dominasi Cemaran Sungai, Direktur Eksekutif Ecoton Ingatkan Bahaya Mikroplastik

“Kita sudah punya laboratorium IPA dari EMCL, masih ada pembangunan gedung baru juga. Masa minta lagi,” tandasnya.

Pihaknya berharap, rencana Dinas Pendidikan bekerjasama dengan pihak SMA untuk UNBK tahun depan bisa  terlaksana dengan baik. Sehingga, tidak khawatir lagi karena kekurangan fasilitas komputer.

“Yang penting, kita kawal anak-anak dalam persiapan UNBK tahun depan yang kiranya dilaksanakan awal Maret mendatang,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *