SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban– Puluhan peladang persil di Dusun Tileng, Desa Talun, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, secara kompak menghadang truk muatan pupuk subsidi milik anggota DPRD Tuban, yang juga sebagai pemilik kios resmi di desa setempat di Jalan Merakurak-Montong, Jumat (27/10/2017).
“Jengkel mas, ini sudah waktunya mupuk tapi belum ada pendistribusian pupuk sama sekali di Dusun Tileng,†ungkap petani Kuncoko, kepada suarabanyuurip.com.
Minimnya pasokan pupuk selama ini membuat warga harus membelinya dengan harga yang tinggi. Harga paketannya Rp150.000 untuk pupuk Ponska dan Organik. Pilihan lain Rp240.000 untuk pupuk Ponska dan Urea. Pupuk tersebut masih harus dibeli dari luar desa.
Tujuan warga menghentikan truk bermuatan pupuk bersubsidi ini agar setiap ada pupuk di Desa Talun, warga Dusun Tileng kebagian. Karena pada waktu memupuk jagung, pasokan pupuk malah sedikit.
“Kami menghadang paksa untuk kami beli, bukan untuk kami ambil,†sergah petani lainnya, Darkub terpisah.
Menyikapi gejolak ini, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tuban, Murtadji, menegaskan, jika saat ini ketersediaan pupuk di wilayahnya masih aman. Apalagi Kecamatan Montong, tempat dimana penghadangan pupuk dilakukan oleh kelompok yang diduga petani.
Menurut dia, penghadangan kendaraan pengankut pupuk bersubsidi di Montong mestinya tidak terjadi. Alokasi di Kecamatan tersebut masih cukup. Sekarang penyerapan baru sekitar 75 persen, belum termasuk stok pupuk tambahan.
“Posisi Montong, Bangilan, Senori masih ada stok 25 persen belum termasuk tambahan. Seharusnya penghadangan itu tidak terjadi,†tegasnya.
Penghadangan truk distributor pupuk ini terjadi diduga akibat kepanikan warga menyusul pemberitaan yang menyebut pupuk mengalami kelangkaan belakangan ini. Padahal catatannya tidak demikian.
“Mohon maaf mungkin karena banyaknya berita yang menyebut pupuk langka makanya mereka ini sampai nekat menghadang,†imbuh mantan Camat Bancar.
Lambanya distribusi pupuk di Tuban ini salah satu faktornya karena minimnya jumlah armada distribusi. Karena itu tidak ada pilihan lain kecuali menyalurkan pupuk secara bertahap.
Murtadji meminta masyarakat tidak terlalu panik. Apabila tahun sebelumnya ada kelangkaan, tahun ini pihaknya menjamin pupuk aman untuk keperluan musim tanam hingga akhir tahun ini.
“Sengaja kita kendalikan agar tidak disalah gunakan. Tujuanya bias sampai bulan Desember sesuai kebutuhan, dan petani gak usah gelisah,†ujarnya.
Perlu diketahui, Kabupaten Tuban termasuk daerah yang mendapatkan tambahan alokasi pupuk dari jatah tahunan. Jika ditotal tahun ini Kabupaten Tuban mendapatkan jatah pupuk 133 ribu ton, termasuk tambahan sekitar 20 ribu ton.
Murtadji mengaku bakal berkoodinasi dengan Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) terkait pengawasan dan pengendalian pupuk bersubsidi. Harapannya kejadian penghadangan tidak terjadi lagi.
Usai melakukan penghadangan terhadap truk yang bermuatan pupuk bersubsidi, puluhan petani langsung melakukan mediasi di rumah Pemilik Kios Resmi Desa Talun yang juga sebagai anggota DPRD.
Hadir pula Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Montong, Mulyono, pemilik kios resmi desa setempat, Imron Chudlori, petugas kepolisian dari Polsek Montong, serta perwakilan petani.
Imron Chudlori menjelaskan, warga Dusun Tileng yang terdiri dari satu kelompok tani sebenarnya menginginkan pupuk Ponska. Namun pupuk berwarna merah muda tersebut sudah ada jatah sesuai lahan.Â
Sedangkan di Dusun Tileng kebanyakan adalah lahan persil atau penggarap lahan Perhutani. Mereka tidak mendapatkan jatah pupuk bersubsidi dari pemerintah. Adapun lahan yang mendapatkan jatah pupuk bersubsidi kalau dihitung sangat sedikit sekali.
“Kebanyakan lahan di Dusun Tileng adalah lahan persil,†sergah Imron.
Pascapenghadangan ini distributor akan melakukan pendistribusian secepatnya pada hari Sabtu atau paling lambat hari Senin pekan depan setelah mendapat persetujuan dari Polsek Montong dan UPT Pertanian.(aim)
“Pupuk yang disetor merupakan jatah dari Desa Maindu yang akan ditarik untuk melayani Dusun Tileng terlebih dahulu,†pungkasnya. (aim)