Perusahaan Ini Dituding Jadi Biangkerok Kerusakan Jalan

jalan rusak

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Warga ring satu pengeboran migas Lapangan Sukowati Blok Tuban, di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi jalan di wilayanya yang rusak parah.

Kerusakan sudah terjadi hampir tiga tahun. Kerusakan terjadi di sebelah utara jalan masuk desa. Aspal jalan mengelupas, dan badan jalan banyak lobang, serta bergelombang. 

Menurut Pamuji, warga setempat, sebenarnya jalan masuk desa sebelah utara telah diperbaiki oleh operator migas Lapangan Sukowati, Joint Operating Body Pertamina Peterochina East Java (JOB P-PPEJ).

Namun, lanjut dia, jalan tersebut kembali rusak karena setiap hari dilalui truk tronton milik perusahaan makanan dan minuman yang melebihi tonase jalan.

“Kalau jalan desa seperti ini ya nggak kuat menahan bebeban kendaraan seberat itu. Kelas jalannya kan memang bukan untuk truk tronton,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (28/10/2017).

Perusahaan yang menjadi biang kerok kerusakan jalan tersebut terletak tidak jauh dari lokasi Pad B Lapangan Sukowati.  Namun hingga saat ini kepedulian perusahaan yang bergerak sebagai distributor produk makanan dan minuman ringan, itu dinilai masih kurang. 

Baca Juga :   Wagub Jatim Hadiri Pengajian Umum di Blok Cepu

“Mereka belum pernah memperbaiki total jalan yang rusak, hanya sekali melakukan tambal sulam. Belum satu bulan hancur lagi,” ungkap Pamuji. 

Senada disampaikan Kepala Desa Ngampel, Pujianto. Dirinya mengaku akan meminta bantuan perusahaan tersebut untuk memperbaiki kerusakan jalan karena anggaran yang dimiliki desa tidak mencukupi melakukan perbaikan. 

“Untuk memperbaiki jalan desa kurang lebih 250 meter, membutuhkan dana kurang lebih Rp90 juta,” jelas Pujianto dikonfirmasi terpisah. 

Pujianto optimis perusahaan makanan dan minuman ringan itu akan memberikan bantuan karena setiap hari banyak kendaraan besar yang menggunakan jalan desa sebagai sarana transportasi. 

Pihaknya menargetkan perbaikan jalan segera dilaksanakan awal November. Dengan begitu tidak ada lagi warga resah dan mengeluhg dengan adanya kondisi jalan rusak.

“Kalau sumbangsih seperti bantuan kepada desa sudah ada, seperti acara tujuh belasan, dan lain sebagainya,” pungkas Pujoanto.

Dikonfirmasi terpisahk, Supervisor UD Bintang Anugerah, Irwan membantah jika rusaknya jalan poros desa Ngampel akibat kendaraan milik perusahaannya. 

“Banyak kok kendaraan besar yang lewat, tapi bukan milik kami,” kelitnya.

Baca Juga :   Diduga Cemburu, Suami Habisi Teman Sendiri

Dia menegaskan, sejak perusahaan tersebut berdiri selama empat tahun terakhir, tidak memiliki masalah dengan warga setempat. Perbaikan jalan juga sudah pernah dilakukan. Bahkan puluhan masyarakat desa Ngampel yang pernah bekerja di JOB P-PEJ pernah ditampung untuk mengisi tenaga sales. 

“Namun karena tidak ada yang betah, akhirnya keluar semua. Lainnya, tetap kita rekrut naker dari Bojonegoro,”pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *