SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Blora, Jawa Tengah, PT Blora Parta Energi Blora (BPE), sejak dua tahun terakhir belum menyetorkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Yakni pada tahun 2015 dan tahun 2016. Hal itu disebabkan, lantaran BPE mengalami kerugian pada tahun-tahun tersebut.
Rudatiningsih, Kabag Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Blora, menjelaskan, untuk tahun 2015 kerugian mencapai Rp485.070.332, pada tahun 2016 kerugian turun menjadi Rp338.831.504. Sehingga, persis dua tahun BPE tidak memberi pemasukan kepada daerah. Target pendapatan-pun tidak dibebankan kepada BPE.
”Masak sudah rugi harus diberi target pendapatan,” ujarnya.
Menurutnya, penyebab kerugian yang dialami tersebut karena BPE belum berhasil mendapatkan minyak, ditambah dengan belum turunnya izin pengelolaan sumur tua dari Pertamina, saat itu.
Lebih lanjut Rudati menjelaskan, untuk tahun 2017 ini, BPE mendapatkan izin pengelolaan sumur tua di tiga lapangan sumur. Yakni Lapangan Ledok, Nglobo dan Semanggi.
Sehingga, kata dia, BPE mulai mendapatkan keuntungan dari mengelola sumur tua di tiga wilayah tersebut. Akan tetapi keuntungan yang didapatkan, tidak langsung bisa menyumbangkan ke PAD Blora.
”Keuntungan 2017 ini akan diberikan untuk menutupi kerugian tahun sebelumnya dulu,” kata Rudati.
Diperkirakan pada tahun 2018 nanti BPE bisa menyumbang penduduk pendapatan kepada daerah.
Sementara Direktur Utama PT BPE, Christian Prasetya mengakui, pada dua tahun tersebut pihaknya tidak bisa memberikan pemasukan kepada daerah. Karena belum bisa mengelola sumur tua seperti saat ini. Selain itu, kata dia, BPE juga gagal dalam melakukan service di sumur kutukan Kecamatan Randublatung.
Dari perhitungan yang dia lakukan, tahun ini BPE bisa mulai memberikan pemasukan ke Pemkab Blora. Pasalnya, BPE kini telah mendapatkan keuntungan dari sumur yang berada di Ledok, Nglobo dan Semanggi.
Dari catatan keuangan, pada ahir September lalu BPE telah mendapatkan laba sebesar Rp180 juta. Tetapi, BPE juga harus menambal kerugian tahun lalu dengan keuntungan tahun ini.
”Saya perkirakan pada ahir tahun ini kami bisa mendapatkan laba hingga 400 juta,” ungkapnya. (Ams)