SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Pemerintah Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, merasa awam dengan pelaksanaan proyek penanaman pipa gas oleh pelaksana proyek PT Pertamina Gas (Pertagas) di wilayahnya.
“Kami tidak tahu bagaimana proses pelaksanaan penanaman pipa gas. Selama ini tidak pernah ada koordinasi atau pemberitahuan dari pelaksana proyek PT Pertagas selama melakukan penanaman pipa gas di wilayah Kecamatan Sukodadi, ” kata Sekretaris Kecamatan( Sekcam ) Sukodadi, Slamet Arifin, kepada suarabanyuurip.com, Senin (30/10/2017).
Setahunya di wilayah Kecamatan Sukodadi penanaman pipa gas Gresik -Semarang (Gresem) itu melintasi empat desa yang lokasinya berada di sebelah selatan jalan nasional Babat-Surabaya. Keempat desa tersebut yaitu Desa Plumpang, Surabayan, Sukodadi dan Kebonsari.
Pihak Kecamatan hanya dilibatkan saat proses pembebasan lahan yang dilakukan oleh PT Pertagas.
“Waktu sosialisasI kepada warga soal penanaman pipa gas di setiap desa pihak Pertagas selalu mengundang kami. Tapi sesudah itu tidak ada kelanjutannya lagi oleh pihak pelaksana proyek, ” cetus Sekcam yang enggan diambil gambarnya itu.
Meski demikian dirinya bersyukur, pelaksanaan penanaman pipa gas berjalan lancar dan tidak menimbulkan konflik di masyarakat.
“Bahkan setiap desa mendapatkan dana ratusan juta rupiah hingga miliaran rupiah dari sewa lahan. Dana tersebut cukup mendukung percepatan pembangunan desa,” cetus Slamet.(tok)