Puluhan Warga Blora Hentikan Mobilisasi Alat Berat Proyek Migas Darajingga

Warga hentikan alat berat
Puluhan warga Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah saat menghentikan mobilisasi alat berat menuju proyek pengeboran sumur eksplorasi Migas Darajingga di Dukuh Nglaren, tepatnya di depan Mapolsek Kradenan, Selasa 9 September 2025 malam.

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Puluhan warga Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah menghentikan mobilisasi alat berat menuju proyek pengeboran sumur eksplorasi minyak dan gas bumi (Migas) Darajingga (DRJ-001) di Dukuh Nglaren, tepatnya di depan Mapolsek Kradenan, Selasa 9 September 2025 malam.

Aksi 30 orang lebih warga setempat ini dipicu lantaran ditengarai PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) belum melakukan sosialisasi secara langsung kepada warga masyarakat terdampak di ring 1.

Situasi sempat memanas ketika warga beradu argumen dengan pihak perusahaan. Setelah dicapai kesepakatan mengenai rencana sosialisasi, armada alat berat akhirnya diizinkan melanjutkan perjalanan menuju lokasi proyek.

Kepala Desa Mendenrejo, Supari mengaku, hingga saat ini pihaknya belum menerima sosialisasi resmi terkait aktivitas mobilisasi tersebut.

Menurutnya, sekitar sepuluh hari sebelumnya sempat ada undangan rapat bersama camat, kapolsek, dan danramil dengan perwakilan PDSI, namun realisasi sosialisasi tak kunjung dilakukan.

“Katanya mau ada sosialisasi, tapi ternyata tidak ada dan alat berat sudah datang. Saya tidak tahu koordinasi moving-nya bagaimana. Kok seolah-olah kami tidak dikasih tahu,” ungkapnya kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (10/09/2025).

Baca Juga :   Blora Promosikan Potensi ke Investor, dari Migas hingga Peternakan
Sumur Migas Darajingga
Lokasi proyek pengeboran sumur eksplorasi minyak dan gas bumi (Migas) Darajingga (DRJ-001) di Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Ia menegaskan, sosialisasi penting dilakukan agar tidak menimbulkan gesekan di lapangan. “Harus ada sosialisasi dulu, biar saya selaku pemangku kebijakan di desa tidak disalahkan warga ketika nanti ada hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan salah satu warga Mendenrejo, Priyanto. Ia mengaku, masyarakat tidak mengetahui adanya mobilisasi alat berat yang melibatkan belasan hingga puluhan kendaraan.

“Bagaimana dampaknya bagi warga, juga tidak ada yang tahu,” ujarnya.

Wahyu, warga lainnya, menegaskan bahwa perlunya sosialisasi dari pihak perusahaan agar tidak menimbulkan gejolak bagi warga.

“PT PDSI harus segera sosialisasi, agar tidak timbul masalah di kemudian hari,” katanya.

Humas PT PDSI, Aris Kuncoro, ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp berkaitan hat tersebut belum memberikan jawaban.

Sementara itu, Jr Officer Commrel & CID Zona 1, Muhammad Thirafi Ramadhani, mengklaim, bahwa sosialisasi sudah dilakukan melalui vendor pelaksana, yakni PDSI dan ESS.

Baca Juga :   Anggaran Pengeboran Sumur Eksplorasi 2023 Capai US$ 1,7 Miliar

Dikatakannya, sosialisasi selalu dilakukan ke desa-desa sebagaimana aktivitas sebelumnya, termasuk untuk mobilisasi Darajingga tersebut.

“Karena sudah menjadi pekerjaan vendor, maka yang melakukan sosialisasi adalah PDSI dan ESS. Mereka melakukan sosialisasi ke desa-desa di jalur lintasan, seperti Desa Ngraho, Sumber Agung, Mojorejo, dan Luwihaji,” jelasnya.

Kasatlantas Polres Blora, AKP Anggito, saat dikonfirmasi terpisah mengatakan, bahwa hingga kini pihaknya belum menerima koordinasi maupun surat permohonan pengawalan resmi terkait mobilisasi armada proyek tersebut.

“Belum ada koordinasi atau surat masuk di Satlantas,” ujarnya singkat.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait