SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Meski kegiatan proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC) 5 Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang dikerjakan oleh PT Rekayasa Industri (Rekind)-Hutama Karya (HK) telah berakhir sejak Desember 2015 lalu, namun masih ada sisa permasalahan yang belum diselesaikan dari kegiatan tersebut.
Diantaranya adanya beberapa titik galian tanah urug di Kecamatan Purwosari dan Padangan yang ditambang untuk kebutuhan EPC 5 diketahui hingga kini masih belum dilakukan reklamasi.
Berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) Kehutanan dan Perkebunan No 146 tahun 1999, reklamasi bekas tambang adalah usaha memperbaiki atau memulihkan kembali lahan dan vegetasi dalam kawasan hutan yang rusak sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan dan energi agar dapat berfungsi secara optimal sesuai dengan peruntukannya.
Selama proses reklamasi, perusahaan pertambangan wajib menyampaikan laporan kemajuan reklamasi setiap 3Â bulan kepada pihak-pihak terkait. Sementara itu, pelaksanaan reklamasi harus mulai dilaksanakan paling lambat 6 bulan setelah kegiatan penambangan selesai di setiap lokasi berdasarkan tahapan kegiatan penambangan.
Dengan kondisi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, mengaku, akan memanggil eks kontraktor EPC 5 untuk mendapatkan kepastian reklamasi bekas tambang galian tanah urug di beberapa titik.
“Kami akan panggil eks kontraktor Blok Cepu yang belum melakukan reklamasi,” kata Kepala DLH Bojonegoro, Nurul Azizah, kepada Suaraqbanyuurip.com, Kamis (2/11/2017).
Menurutnya, dari beberapa titik lokasi galian tanah urug, baru satu yang dilakukan reklamasi oleh PT Rekyasa Industri-Hutama Karya. Yakni, di Kecamatan Malo dengan adanya penanaman 19 ribu pohon Sengon. Sementara lainnya belum ada kejelasan.
“Kita belum sampai ke ranah hukum, masih upaya koordinasi dengan pihak terkait,” pungkasnya.
Sementara perwakilan teknis Rekind, Zaenal, dihubungi melalui teleponnya terkait perihal tersebut belum menjawab, dan hanya terdengar nada sambung sedang sibuk.(rien)