Diskusi Kepemudaan Bersama Komisi VII DPRRI

diskusi kepemudaan

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Forum Pengurus Karang Taruna (FPKT) Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar acara Diskusi Kepemudaan yang bertajuk Sinergi Pemuda & Energi Dalam Pemberdayaan dan Pembangunan Berkelanjutan bersama Komisi VII DPRRI dan Perusahaan Migas. Dimana acara ini merupakan rangkaian kegiatan dari acara Festival Banyu Urip 2017.

Hadir dalam acara yang dilaksanakan di Pendapa Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Minggu (5/11/2017), Anggota Komisi VII DPRRI, Satya W Yudha, Ketua Karang Taruna Bojonegoro Dony Bayu Setiawan, Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Ali Masyhar, perwakilan EMCL Erwin Maryoto, Camat Gayam Hartono, Kepala Desa dan puluhan pemuda karang taruna dari Kecamatan Gayam dan luar Kecamatan Gayam.

Dalam sambutannya, Camat Gayam Hartono, mengungkapkan, selama lima tahun menjabat sebagai Camat Gayam tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk bersinergi dalam membantu menyukseskan kelancaran proyek migas Lapangan Banyuurip, Blok Cepu yang di operatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Karena butuh ekstra untuk mejalin koordinasi yang baik dengan masyarakat sekitar. Salah satunya dengan para pemuda karang taruna.

Baca Juga :   E-Parkir Pasar Baru Tuban Akan Diswastakan

“Alhamdulillah dengan koordinasi yang baik kami bisa bersinergi dengan masyarakat utamanya pemuda karang taruna. Hasilnya pemuda gayam telah banyak membantu kelancaran project Blok Cepu saat ini,” kata Camat Hartono.

Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Ali Masyhar, mengungkapkan, karang taruna adalah salah satu faktor penting untuk perkembangan di Indonesia. Karena itu sinergi dengan pemuda dan energi untuk pemberdayaan masyarakat perlu dilakukan oleh semua pihak. Dengan tujuan untuk mengembangkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Sebesar 70 persen Indonesia masih bergantung di energi migas,” kata Ali Masyhar.

Karena itu sumber daya alam energi migas Blok Cepu adalah berkah dari Allah SWT agar di kelola dengan sebaik-baiknya. Jika tidak maka akan menjadi petaka bagi manusia. Disisi lain keberadaan migas harus mampu memberikan pemberdayaan kepada masyarakat sekitar, dan untuk membangum masyarakat yang berkelanjutan.
“Semoga dengan sumber energi migas di Bojonegoro menjadi keberkahan bagi kita semua,” ucapnya.

Sementara, anggota Komisi VII DPRRI, Satya W Yudha, menambahkan, sebagai pemuda diusia muda harus mau untuk terus belajar dengan baik agar kedepan dapat mewujudkan apa yang telah dicita-citakan. Utamanya saat saat menginjak usia diatas 40 tahun sudah dapat menentukan kerjaan yang sesuai dengan keahliannya. Jadikanlah sumber daya alam yang ada salah satunya adalah lapangan Migas Banyuurip, Blok Cepu dikelola dengan baik sehingga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Baca Juga :   Terindikasi Ditumpangi Kepentingan Politik

“Jadikanlah produksi migas Banyuurip ini sebagai tempat belajar yang baik untuk kedepan bisa menciptakan peluang kerja melalui energi migas,” pesan Satya W Yudah yang didapuk sebagai nara sumber dalam acara diskusi pemuda tersebut.

Ketua Forum Karang Taruna Kecamatan Gayam, M. Khundor, berharap, bahwa karang taruna dapat melakukan sinergi antar karang taruna atau dengan pihak pemerintah serta perusahaan migas baik dalam hal komunikasi, kegiatan bersama dan saling berbagi peran dan pembangunan berkelanjutan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Festival Banyu Urip 2017 ini. Sehingga rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar sesuai dengan harapan bersama,” imbuh Khundori.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *