SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban -Â Kepolisian Resort (Polres) Tuban, Jawa Timur, akhirnya membubarkan sosialisasi pengadaan lahan Kilang Tuban, di Desa Mentoso, dan Remen, Kecamatan Jenu. Sikap ini diambil atas instruksi Kapolres Tuban, AKBP Sutrisno. Karena ratusan warga mengamuk dan tak bisa dikendalikan.
“Sosialisasi ini kami tunda sementara,” ujar Kapolsek Jenu, AKP Elis Suendayati, kepada suarabanyuurip.com, usai acara di salah satu hotel di Kecamatan Jenu, Minggu (5/11/2017).
Kapasitas Polres dalam acara ini sebagai undangan, kemudian menyiapkan pengamanan. Ternyata dalam pelaksanaannya, yang hadir diluar prediksi. Bukan hanya pemilik lahan, melainkan penggarap juga dari luar desa.
Berjalannya waktu, kapasitas gedung tak sebanding dengan tamu yang hadir. Para warga yang awalnya sudah disiapkan kendaraan, justru membawa motor sendiri. Demi keamanan dan kondusifitas, akhirnya ditunda sampai ada keputusan bersama Pertamina dan Pemprov Jatim.
“Untuk sosialisasi besok juga dihentikan,” imbuh mantan Kasubag Humas Polres Tuban ini.
Kepala Biro Administrasi Pemerintahan pada Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Anom Surahno, bakal menggunakan strategi lain untuk mensosialisasikan kebutuhan lahan Kilang Tuban. Sekaligus mengevaluasi komunikasi tim di lapangan.
“Ini soal kesadaran warga bukan kondisi mengkondisikan,” tegasnya.
Di era demokrasi sekarang ini, penolakan warga menjadi hal wajar. Diyakini setelah ada komunikasi dari hati ke hati, kondisinya bakal berubah.
Setelah tim Pertamina menyampaikan latar belakang kilang, warga langsung mengambilalih sosialisasi dengan menyampaikan aspirasinya. Kurang lebih 30 menit, akhirnya warga sepakat meninggalkan ruangan dan pulang ke rumahnya.
Di lokasi, tim Pertamina, Pemprov Jatim, dan Pemkab Tuban masih berkoordinasi. Mereka sepakat menunda pelaksanaan sosialisasi untuk esok harinya, karena kondisi warga terdampak belum stabil. (Aim)