Sarankan Blora Tolak Kontrak Jual Beli Gas

CPP Gundih

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora Jawa Tengah, disarankan menolak kontrak jual beli gas dari sumur Blok Gundih untuk di alirkan ke Indonesia Power. Pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tambak Lorok Block 3 dengan kapasitas 799 megawatt (mw), yang bakal dikerjakan oleh konsorsium Marubeni-General Electric-Hutama Karya.

Hal itu disampaikan oleh Tenaga Ahli Komisi VII DPR RI, Seno Margo Utomo, KEPADA Suarabanyuurip.com, Senin (6/11/2017).

Menurut dia, pasokan gas yang akan mensuplai PLTGU tersebut, berasal dari Blok Gundih di Blora dan lapangan Kepodang Blok Muriah di Jepara. “Indonesia Power sudah melakukan Penandatanganan Jual Beli Gas (PJBG) dari kedua sumber gas tersebut. Volume kebutuhan 90 BBTUD (Billion British Thermal Unit per Day). Ini yang harus di tolak, selama tidak ada kompensasi jelas bagi Blora,” jelas Seno.

Dana Bagi Hasil (DBH) gas dari Blok Gundih, kata dia, masih sangat kecil multiplier effect-nya juga rendah. “Hak kelola Gas sebesar 10% lah yang bakal berdampak luas bagi Blora. Ini sebagai kompensasi kontrak baru dengan Tambak Lorok blok 3,” jelasnya.

Baca Juga :   Pertamina Regional 3 Kalimantan Berhasil Bor 5.284 Sumur 'Idle'

Government and Public Relations Asistant Manager Pertamina EP Asset IV, Pandjie Galih Anoraga, menyatakan, bahwa tidak ada PJBG yang baru untuk pasokan gas ke Tambak Lorok.

“Untuk produksi gas di Central Processing Plant (CPP) Gundih memang salah satu peruntukannya adalah untuk mensuplai PLTGU Tambak Lorok. Masih menggunakan PJBG yang lama,” kata dia.

Untuk diketahui, penjualan gas alam sebesar 50 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd), dialirkan melalui pipa PT Sumber Petrindo Perkasa melalui kontrak Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) No 885/EP0000/2006-S0, tertanggal 21 Desember 2006. Selanjutnya gas tersebut dimanfaatkan oleh PLN sebagai bahan bakar pembangkit listrik gas (PLTG), yang berada di wilayah Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah.

Saat disinggung, apakah Pertamina bakal ada proyek baru untuk suplai gas ke Tambak Lorok. Dia mengaku tidak ada. “Nggak, Mas. Untuk saat ini masih sama dengan sebelumnya,” terang Pandji.(Ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *