SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur RozaqyÂ
Surabaya – Operator unitisasi Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB), Pertamina EP Cepu (PEPC) akan mengalokasikan dana Program Pengembangan Masyarakat (PPM), sebesar Rp.6,7 Miliar ditahun 2020. Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya. Untuk 2019 jumlah dana PPM sebesar Rp.4 Miliar.
“Meningkat dari tahun sebelumnya,” ujar JTB Site Office & PGA Manager PEPC, Kunadi ditemui disela kegiatan workshop bersama jurnalis Bojonegoro di Surabaya. Kamis (19/12/2019).
Dia menjelaskan, jumlah alokasi tersebut sudah termasuk dengan program jika Pemkab Bojonegoro ingin ikut ambil bagian. Sebab, dari Pemkab Bojonegoro berencana mengajukan program pompanisasi dan irigasi.
“Program itu diajukan kepada kami,”ucapnya.
Menurutnya, dalam industri hulu migas, dana PPM idealnya memang diperuntukkan untuk masyarakat disekitar area operasi. Hanya saja, jika Pemkab Bojonegoro berkeinginan ambil bagian, pihaknya berusaha mengupayakan demi kelancaran proyek unitisasi Lapangan JTB.
“Tetap melalui persetujuan SKK Migas sebagai kepanjangan tangannya pemerintah,”tandasnya.
Kunadi menambahkan, meningkatnya anggaran PPM disesuaikan kebutuhan masyarakat. Selain itu, seiring meningkatnya aktivitas proyek dilapangan. Dalam operasinya, PEPC berkomitmen pada peningkatan ekonomi, lingkungan, pendidikan, dan kesehatan.
“Kami juga ingin membantu masyarakat diwilayah operasi,”tuturnya. (Roz).