Pertamina EP Siap Laksanakan Rekom DLH

Pertemuan warga ngelo

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menyampaikan bebrapa hasil pemantauan di penampungan minyak mentah (Main Gathering Sistem/MGS Menggung) milik Pertamina EP Asset 4 Field Cepu bersama Pertamina dan warga Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu, Blora, Selasa (7/11/2017) kemarin.

DLH telah melakukan pemantauan sejak tanggal 27/10/2017 lalu. Dalam pemantauan, DLH didampingi warga Ngelo dan Pihak Pertamina. DLH mendapati beberapa temuan masalah kebauan dan memberikan rekomendasi kepada pihak Pertamina.

Sumber dampak bau adalah oil cather yang merupakan gas ikutan dari crude oil yang diproduksi di lapangan Tiung Biru (TBR) dan condensate dari lapangan Gundih. “Untuk crude oil dari TBR sudah dilakukan treatment dengan menginjeksikan H2S scavenger untuk mengurangi bau dari sumbernya. Sedangkan kondensat dari Gundih belum dilakukan aatreatment,” kata Dewi Tedjowati, Kepala DLH Blora sekaligus ketua tim pemantauan.

DLH menyaraankan supaya Pertamina melakukan treatment pada kondensat dari lapangan Gundih sebelum ke MGS Menggung.

Selain itu, Pertamina juga disarankan untuk melakukan penanganan maupun pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun (LB3) dengan baik tanpa mengesampingkan aspek Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3LL) sesuai ketentuan perundang-undangan, mengingat MGS lokasinya berdekatan dengan permukiman warga yang secara hukum sah, karena merupakan kawasan peruntukan permukiman yang dibuktikan dengan Sertifikat Hak Milik (SHM).

Baca Juga :   Kartar Gayam Desak MCL Tuntaskan Lapangan Bola

Meskipun sudah ada tembok keliling dan bangunan penutup Oil Cather guna menggeliminir pemaparan bau, DLH menyarankan menutup dinding sisi barat yang terbuka pada Oil Cather I dan II, dan dilakukan penambahan cerobong yang tinggi agar bebas bau.

Lebih lanjut, DLH mengungkapkan, kondisi oil cateher I dan II dalam kondisi penuh dengan kondisi sludhe pond I juga penuh. Sehingga Pertamina perlu membuat penampungan baru agak ke tengah lokasi, supaya bisa meminimalkan tumpukan limbah yang ada di sebelah timur dekat permukian warga.

“Serta melakukan revitalisasi sistem pengelolaan LB3 pada oil cather penyebab kebauan,” terangnya.

Sementara, Intan Anindita Putri, Publik Goveral CSR PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, menyatakan siap melaksanakan rekomendasi dari DLH.

“Rekom pasti dilaksanakan, ada program-program jangka pendek,” ujarnya. (ams) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *