SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, telah mengantongi data lulusan SMP-SMA di lima desa sekitar Kilang Tuban. Data tersebut bakal disingkronkan dengan kebutuhan Pertamina saat proyek konstruksi, hingga operasi kilang berkapasitas 300 ribu Barel Per Hari (Bph).
“Data tersebut telah kami peroleh sinergi dengan Muspika Jenu, dan pemerintah desa,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban, Budi Wiyana, kepada suarabanyuurip.com, di gedung dewan, Kamis (9/11/2017).
Untuk di Desa Remen, Kecamatan Jenu, total ada 653 lulusan SMP-SMA. Rinciannya, 7 lulusan MTs, 266 lulusan SMP, 2 lulusan MAN, 202 lulusan SMA, 2 lulusan MA, 136 lulusan SMK, 1 lulusan D1, 2 lulusan D3, dan 23 lulusan S1. Di Desa Mentoso ada 5 lulusan MTs, 2 SMP, 2 MA, 21 SMA, dan 2 lulusan SMK.
Desa Rawasan ada 26 lulusan SMP, 14 lulusan MA, 9 lulusan SMA, dan 4 lulusan SMK. Desa Wadung ada 15 lulusan SMP, dan 38 lulusan SMA. Desa Sumurgeneng memiliki 70 lulusan SMP, 45 lulusan SMA, dan 22 lulusan SMK.
“Untuk data di Desa Kaliuntu kami belum memilikinya,” sambung Kepala Bidang Pelatihan, Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Penanaman Modal, PTSP dan Tenaga Kerja Tuban, Slamet Widodo.
Sekalipun pemkab sudah memegang data, tapi belum dikomunikasikan dengan Pertamina. Hal ini karena Pertamina sedang fokus pada pembebasan lahan di Desa Mentoso, dan Remen, Kecamatan Jenu.
“Pertamina ada komitmen untuk melatih tenaga kerja yang dibutuhkan,” ujarnya.
Pasca ditundanya Groundbreaking Kilang NGGR Tuban, pemkab belum pernah membahas soal kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan kilang patungan Pertamina-Rosneft Oil Company asal Rusia. Persiapan yang dilakukan pemkab, baru sebatas bersinergi dengan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) Cepu.(Aim)