EMCL Komitmen Selamatkan Ekosistem Pesisir Pantai Tuban

Emcl tanam pohon di Tuban

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Operator Lapangan Migas Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), bersinergi dengan Yayasan Mangrove Center Tuban (MCT) untuk menyelamatkan ekosistem pesisir pantai di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Komitmen tersebut diwujudkan dengan kerja bakti bersih sampah di pantai Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, dan penanaman 10 ribu pohon sekitar MCT dan pesisir Kecamatan Palang.

“Kami menanam 8,000 pohon mangrove dan 2,000 pohon cemara laut,” ujar Vice President Public And Govenrment Affair ExxonMobil Indonesia, Erwin Maryoto, kepada suarabanyuurip.com, usai penanaman pohon, Sabtu (11/11/2017).

Sejak tahun 2006 ExxonMobil telah Melaksanakan kerja bakti bersama masyarakat dengan total 23, 532 Volunteer Hours, yang melibatkan 3,418 karyawan ExxonMobil. Kerja bakti ini adalah yang kedua dilakukan di tahun 2017, pertama di Bulan Mei di Kabupaten Bojonegoro.

Pada kesempatan ini melibatkan lebih dari 50 karyawan ExxonMobil baik yang bekerja di Lapangan Banyu Urip Bojonegoro dan FSO Gagak Rimang. Mereka berbaur dengan lebih dari 100 anggota masyarakat dan pejabat pemerintahan di Kabupaten Tuban.

Baca Juga :   Pabrik Methanol Berkapasitas 800.000 Ton Akan Dibangun di Bojonegoro

Tuban dengan pantai sepanjang 65 Kilometer (KM), saat ini baru 21 KM yang hijau. Adanya sinergi ini diharapkan mendorong lingkungan pesisir lebih asri, dan bebas sampah.

Pendiri Mangrove Center Tuban, Ali Mansyur, mengapresiasi komitmen EMCL melestarikan lingkungan. Hal ini selaras dengan instruksi Bupati Tuban, Fathul Huda, yang mendorong penghijauan di 65 KM pantai Tuban.

“Penanaman di pesisir Palang sangat pas karena masih gersang,” sambungnya.

Yayasan MCT yang berada di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu akan memfasilitasi penanaman yang dibutuhkan Kecamatan Palang. Tentu penghijauan tersebut tak terlepas dari peran SMKN 1 Palang, SMPN 1 Palang, dan SMKNU Palang.

Sekalipun struktur tanah di Palang berkarang, tapi bisa disiasatinya. Sama halnya ketika pantai Sugihwaras di plot tidak bisa ditanami, tapi dengan perlakukan khusus sekarang hasilnya nyata.

Momen bantuan dari EMCL merupakan amanah untuk mangrove. Kalau masyarakat Palang tidak proaktif penghijauannya tentu sia-sia. Ketika Palang sudah menjadi hijau, EMCL tidak tinggal diam.

“Untuk menjadikan lingkungan asri kesimpulannya hanya kebersamaan,” tegasnya.

Baca Juga :   Warga Blok Cepu Tolak Bayar PBB

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tuban, Bambang Irawan, menjelaskan, prilaku masyarakat Tuban masih konsumtif, dan membuang sampah sembarangan. Sampah di Palang luar biasa, tidak lain sampah itu berasal dari sampah domestik rumah tangga yang dibuang ke sungai.

Berapapun penanaman dilakukan, kalau tidak diimbangi buang sampah pada tempatnya maka akan sia-sia. DLH selama ini telah mendidik anak dari SD-SMA. Kalau berkenan EMCL dapat bersinergi dengan sekolah adiwiyata.

“Siswa SD-SMP-SMA sudah dikenalkan lingkungan,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, EMCL juga menyerahkan program sanitasi kepada perwakilan masyarakat Desa Karangagung, Kecamatan Palang. Sinergi berkelanjutan ini sebagai wujud komitmen perusahaan di sekitar wilayah operasinya.(Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *