Tunggakan PBB Terbesar di Wilayah Blok Cepu

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro, Jawa Timur, mencatat, dari target pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan Perkotaan (PBB P2) sebesar Rp26 Miliar, baru 80 persen yang masuk kas daerah. 

“Masih ada Rp4 miliar yang belum terbayarkan,” kata Kepala Bapenda Bojonegoro, Herry Sudjarwo, Sabtu (11/11/2017) kemarin. 

Padahal PBB P2 tersebut harus dibayar sejak jatuh tempo pada bulan Agustus 2017 lalu. Dari hasil pengecekan di lapangan, sebagian besar ada warga yang belum membayar. Namun sebagian juga masih ada yang “nyantol”di perangkat desa. 

Dari 28 Kecamatan di Bojonegoro, lanjut Herry, tunggakan terbesar  berada di Kecamatan Gayam tepatnya di wilayah ring 1 Lapangan  Minyak Banyuurip, Blok Cepu. Hanya saja dia tak menyebutkan secara pasti jumlahnya.

Menurur dia hal itu dikarenakan banyak wajib pajak yang tidak diketahui pemiliknya. 

“Dulu sebelum ada pengembangan Lapangan Banyuurip, banyak sekali yang melakukan pembebasan lahan. Tapi akhirnya ditinggal begitu saja,” imbuhnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Warga Bonorejo Ancam Tutup Total Akses Road

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *