SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Pendapatan sektor minyak dan gas bumi (migas), Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada tahun 2018 mendatang diproyeksikan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Namun, kondisi tersebut belum diketahui penyebabnya.
Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Blora, Komang Gede Irawadi, menyatakan, bahwa pendapatan sektor migas diproyeksikan mengalami penurunan drastis dibanding tahun 2017. Pendapatan sektor migas pada tahun 2017 sebesar Rp17,8 Miliar dan pada tahun 2018 mendatang hanya kisaran Rp6,1 miliar.
“Untuk pendapatan minyak pada tahun 2017 sebesar Rp2,1 miliar, sedangkan tahun 2018 mendatang hanya Rp731 juta,” kata dia.
Sedangkan pendapatan gas, lanjut dia, jika tahun 2017 sebesar Rp14,7 miliar, pada tahun 2018 mendatang hanya Rp5,4 miliar.
Komang, sapaan akrabnya, belum mengetahui secara pasti penyebab turunnya pendapatan dari sektor migas tersebut.
Untuk diketahui, di Blora terdapat operasi eksploitasi minyak dari sumur tua, yang juga memberi kontribusi pendapatan melalui pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Blora.
Disamping itu, pada awal Bulan September 2017, Pertamina kembali mengambil alih operasi tiga lapangan eks KSO Pertamina EP – PT Geo Cepu Indonesia di tiga lapangan. Yakni Lapangan Nglobo, Lapangan Ledok serta Lapangan Kawengan.
Sementara informasi dihimpun, Central Processing Plant (CPP) Gundih, Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, beroperasi secara normal menyalurkan gas kepada konsumen dengan kapasitas produksi maksimal mencapai 50 Juta Kaki Kubik Gas Per Hari.(ams)