SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora Jawa Tengah, meyatakan kesiapanya mendukung reaktivasi Bandara Ngloram yang terletak di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu. Salah satunya melakukan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk mengakomodir Lapangan Terbang (Lapter) Ngloram menjadi bandara umum.
“Perkirakan kita Maret 2018 RTW-nya bisa selesai,†kata Kepala Bidang (Kabid) Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora, Djati Walujastono, kepada suarabanyuurip.com Senin (20/11/2017).Â
Selain itu pernyataan perlindungan ruang udara dari obstacle dengan menuangkan pada rancangan peraturan daerah (Raperda) terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Untuk penyedian lahan, lanjut Djati, pihaknya juga menyatakan kesanggupannya menyediakan lahan untuk pengembangan secara optimal.
Sesuai perkiraan, perluasan untuk Bandara Ngloram membutuhkan lahan sekitar 16 hektare (ha). Karena itu, Pemkab Blora perlu membebaskan tanah dan harus sesuai dengan dasar hukum, dan infrasturktur jalan harus sesuai masterplan.
Baca Juga :
Blora Tawarkan Tiga Skema Pembiayaan Bandara Ngloram
Lapter Ngloram Siap Diaktifkan
Landasannya Samai Bandara Ahmad Yani Semarang
Pengaktifan Lapter Ngloram Butuh Rp164 Miliar
“Kita juga akan membangun jalan, termasuk pelebaran menuju bandara,†ungkap Djati.
Semua itu, lanjut dia, perlu direncanakan multimoda (pemandu moda) dari  atau menuju Bandara Ngloram, termasuk dalam jasa penunjang lain.
“Ini menjadi peluang pekerjaan yang akan dilakukan oleh BUMD dan perusahaan lainnya,†tandas Djati.Â
Kepala Dinas Perumahan Pemukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora, Syamsul Arif, menambahkan, saat ini Bandara Ngloram masih pada tahapan pelimpahan aset dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada Kementerian Perhubungan.
“Pemkab akan menyiapkan jalannya,†sambung Syamsul Arif.(ams)