Petani Jangan Hanya Dijadikan Obyek

Djoko Nugroho

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Petani selama ini hanya menjadi obyek pencapaian target produksi pangan, uji coba teknologi pangan dan lainnya. Kondisi itu mengundang keprihatinan Bupati Blora, Jawa Tengah, Djoko Nugroho. Pihaknya meminta, petani jangan hanya dijadikan obyek, namun harus dijadikan subjek yang bisa merasakan kemakmuran atas hasil yang mereka peroleh.

“Selama ini petani terus dikejar untuk memenuhi target luas tanam, target produksi dan lainnya. Giliran saat panen, harga jatuh, keuntungan menipis. Ini yang harus dipecahkan. Berdayakan mereka agar bisa menjadi subjek dalam proses pendistribusian dan penentuan harga, sehingga bisa lebih sejahtera,” tegasnya.

Selama ini, kata bupati, disaaat petani panen melimpah, justru harga jatuh. Mereka yang seharusnya mendapatkan banyak keuntungan dari hasil panen. Bukan malah sebaliknya hanya bisa meratapi nasib. Sementara yang menjadi kaya justru orang lain (tengkulak-red) yang se-enaknya sendiri mempermainkan harga.

Dirinya meminta pihak Bulog untuk segera merencanakan serapan gabah dengan harga yang baik disaat musim panen raya.

Baca Juga :   Rocky Gerung Kritik Pemerintahan Jokowi

Diketahui, saat ini petani sedang melakukan Musim Tanam pertama (MT-1) yang diperkirakan akan panen raya di bulan Februari. Jika daya tampung gudang Bulog kurang, bupati menyatakan kesediaannya menyediakan lahan tambahan untuk pendirian gudang agar serapan gabah bisa maksimal.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora, Reni Miharti, menyampaikan, capaian target perluasanan lahan tanam padi periode Oktober 2016 hingga September 2017 yang mengalami peningkatan dan melebihi target.

“Luas tanam padi kita periode tahun kemarin mengalami peningkatan dan menduduki peringkat ketiga se Jawa Tengah setelah Cilacap dan Grobogan. Dari target luas tanam padi 108.222 hektare, alhamdulillah bisa mencapai 113.894 hektare atau 105 persen,” ungkapnya.

Sedangkan untuk jagung dan kedelai, luas tanamnya masih belum bisa memenuhi target, sehingga perlu upaya khusus agar kedua komoditas ini bisa makasimal.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *