Waspada, Status Bengawan Solo Siaga I

bengawan solo naik

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Sejak pukul 12.00 WIB siang tadi Kondisi Tinggi Muka Air (TMA) Bengawan Solo menunjukkan posisi siaga hijau atau siaga satu.

Berdasarkan pemantauan dan data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bahwa TMA Sungai Bengawan Solo terus menunjukkan peningkatan dan menyentuh di level siaga hijau yakni 13.10 peilschal pada pukul 12.00 WIB siang dan diprediksikan akan terus mengalami kenaikan.

“Bahkan diprediksi kenaikan nanti akan menyentuh di level kuning atau siaga II,” kata Kabag Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro, Heru Sugiarto, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (30/11/2017).

Hal ini karena hujan yang terjadi mulai daerah hulu sungai Bengawan Solo yang bermuara di Bengawan Solo. Jika beberapa daerah hulu menunjukkan tren naik sejak beberapa hari lalu bahkan ada yang banjir. Kini kenaikan mulai dirasakan di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Sebagaimana data di Pusdalops BPBD Kabupaten Bojonegoro yang intensif melakukan pemantauan, kenaikan TMA Bengawan Solo disebabkan tingginya curah hujan beberapa hari terakhir baik di Hulu maupun lokal Bojonegoro.

Baca Juga :   DKI Jakarta Dukung Silvopasture Perhutani Cepu

Pada pukul 12.00 wib papan duga Karangnongko menunjukkan skala 27.12 mdpl, sedangkan di TBS Kota Bojonegoro menunjukkan skala 13.09 mdpl. Siaga Hijau atau Siaga 1.

Mempertimbangkan masih adanya kontribusi air dari hulu Madiun dan sekitarnya serta apabila pada sore hari ini terjadi hujan di wilayah Bojonegoro maupun Tuban, maka BPBD memprakirakan bahwa petang nanti TMA Bengawan Solo di Bojonegoro akan masuk siaga kuning atau Siaga 2.

Pihaknya menghimbau OPD terkait dan para Camat guna menyebarluaskan informasi ini kepada seluruh masyarakat khususnya yang tinggal di bantaran Sungai Bengawan Solo.

“Ada beberapa langkah antisipasi dan kewaspadaan yang dapat dilakukan,” imbuhnya.

Langkah tersebut diantaranya mengikuti up date cuaca dan kenaikan TMA bengawan, mengaktifkan pemantauan kondisi bantaran bengawan tanggul dan infrastruktur banjir lain, optimalisasi jaring komunikasi masyarakat, mempersiapkan dapur komunitas, inventarisasi peralatan dan relawan bencana, dan Lapor Cepat setiap kejadian bencana.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *