Protes Pengiriman Tanah Urug Proyek J-TB Hingga Malam Hari

Jalan gayam

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – Pengiriman tanah urug ke lokasi proyek Gas unitisasi Jambaran – Tiung Biru (J-TB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang berlangsung hingga malam hari mendapat protes warga Gayam, Kecamatan Gayam.

“Sudah banyak warga yang mengadu ke saya,” kata Kepala Desa Gayam, Winto, kepada suarabanyuurip.com melalui telepon genggamnya, Sabtu (2/12/2017) malam.

Alasan warga, lanjut Winto, pengiriman tanah urug menggunakan dump truck secara beriring-iringan hingga malam hari dapat mengancam keselamatan warga. Karena di beberapa perempatan dan pertigaan jalan di wilayah Gayam tidak dijaga flagman.

“Kalau itu terus-terusan dilakukan bisa berpotensi terjadi kecelakaan,” ucapnya.

Winto sendiri sangat menyayangkan pengiriman tanah urug hingga berlangsung malam hari. Menurut dia, selain dapat membahayakan keselamatan warga, juga pekerja proyek itu sendiri.

Winto mengungkapkan, berdasarkan pengalamannya saat mengerjakan proyek Banyuurip dahulu tidak ada pengiriman material proyek hingga malam hari. Karena susai standard operating procedure (SOP) maupun analisa mengenai dampak lalu lintas (Andalalin) tidak diperbolehkan melakukan pengiriman material proyek hingga malam hari.

Baca Juga :   Masyarakat Banyuurip Dilatih Bisnis Catering

“Karena sangat beresiko terjadi kecelakaan,” tegas Winto.

Dirinya meminta kepada operator Lapangan Unitisasi Gas J-TB, Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC), untuk memberikan peringatan kepada kontraktornya yang tidak melaksanakan kegiatan sesuai prosedur.

“Kalau alasannya mengejar terget, seharusnya bisa menambah armada dengan pengawalan pihak keamanan atau menambah jam kerja flagman,” saran Winto.

Saat ini proyek sipil JTB sudah berlangsung. Proyek ini dikerjakan oleh PT. Pembangunan Perumahan (PP), kontraktor PEPC. 

Sementara itu, Humas PEPC baik Edy Purnomo maupun Wulan Purnamawati belum memberikan tanggapan terkait masalah ini. Pesan elektronik yang dikirimkan suarabanyuurip.com belum ada balasan hingga berita ini ditetbitkan. (suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *