SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Rencana pembangunan kilang mini (mini refinery) di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mendapat dukungan dari kalangan masyarakat, dan DPRD setempat.
Sebagaimana diberitakan, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Migas, Kementerian ESDM RI, IGN Wiratmaja Puja saat menghadiri Dies Natalis STEM Akamigas Cepu, Selasa (24/10/2017) lalu mengatakan bahwa selain untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan dunia migas di PPSDM Migas Cepu dan STEM Akamigas Cepu, dalam waktu dekat BPSDM juga akan membangun kilang mini di Cepu.
Kilang ini selain untuk praktik para mahasiswa dan pekerja, juga untuk mengolah minyak mentah yang diproduksi dari wilayah Blora, Jawa Tengah, dan Bojonegoro, Jawa Timur.
“Selama ini Indonesia mayoritas masih impor BBM. Dengan adanya kilang nanti harapannya bisa mengolah minyak sendiri dan mengurangi jumlah impor minyak. Mohon doanya agar rencana ini bisa segera diwujudkan,” katanya.
Tenaga ahli Komisi VII DPRRI, Seno Margo Utomo, menyatakan, di wilayah Cepu Kabupaten Blora, sudah waktunya berdiri kilang mini untuk mengungkit perekonomian di wilayah setempat.
“Di Cepu bukan di Bojonegoro,” tegasnya, kepada suarabanyuurip.com, Senin (4/12/2017).
Pihaknya mengaku, mendukung penuh bila rencana pendirian kilang di Cepu bisa terealisasi. “Informasi dari senayan, itu sudah masuk usulan,” kata mantan anggota DPRD Blora ini.
Kabupaten Blora, kata dia, sudah waktunya untuk besar dengan meningkatkan perekonomiannya. Dengan berdirinya kilang itu, kata dia, akan terjadi multiplier effect yang cukup besar.
“Investor-pun banyak yang melirik bisnis sektor ini. Ini juga akan menjadi project nasional karena turut mendukung pruduksi Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam Negeri,” terangnya.
Untuk menyambut hal itu, dia menjelaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten Blora hanya menyiapkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor hilir. “Yang nantinya juga menangani penjualan hasil produksi kilang mini tersebut,” tandasnya.
Jika menggunakan PT Blora Patra Energi (BPE), yang notabene BUMD Blora, sulit untuk diharapkan. “Karena BUMD itu, saat ini kurang optimal. Dan tidak mungkin bisa menjadi perusahaan daerah sektor hilir migas yang baik,” ujar Seno.
Dia melanjutkan, disain kilang mini tersebut, berkapasitas 8.000 barel per hari (bph). “Kalau menggunakan kilang milik PPSDM sangat tidak mungkin. Karena kilang itu hanya untuk fasilitas pembelajaran,” ucapnya.
Saat disinggung, pengaktifan kembali fasilitas kilang milik PT Humpuss yang saat ini mangkrak di lahan PPSDM. Dengan tegas dia menjawab lebih tidak mungkin lagi. “Disamping sudah rusak, kilang milik Tomy Suharto itu tidak cocok untuk minyak yang ada di Blok Cepu,” ujar Seno.
Adapun untuk minyak yang akan diolah, lanjut dia, bisa berasal dari jatah Participating Interest (PI) yang ada di Blok Cepu. “Bisa digabungkan jatah PI Blora dan PI Provinsi Jawa Tengah,” ungkapnya.
Ketua DPRD Blora, Bambang Susilo, mengaku, bakal mendukung penuh berdirinya kilang mini di wilayah Kabupaten Blora. “Saat ini sudah ada dua investor yang berencana melakukan investasi di Blora,” terang Bambang terpisah.
Untuk minyaknya, tambah Bambang, bisa berasal dari jatah PI Blora. “Salah satunya bisa dari PI,” pungkasnya. (Ams)