Warga Minta Pengiriman Minyak Dihantikan

Warga sekitar menggung beraksi

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Sebagian warga sekitar kokasi penampungan minyak Main Gathering Station (MGS) Menggung, Cepu, Blora, Jawa Tengah, milik Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, hendak melakukan penghentian truck tanki pengirim minyak sumur Tiung Biru (TBR) dari wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dan Condensat produk turunan gas lapangan Blok Gundih, Senin (4/12/2017).

Namun aksi spontanitas warga yang menuntut agar Pertamina menghentikan sementara pengiriman minyak tersebut berhasil dicegah dan dikawal oleh aparat keamanan setempat. Sehingga warga yang sempat berkumpul akhirnya mengurungkan niatnya untuk melakukan aksi.

Maryadi, warga RT 2/2 Kelurahan Ngelo, meminta Pertamina untuk sementara menghentikan pengiriman minyak dari lapangan TBR dan Blok Gundih.

“Selesaikan dulu masalahnya, sesuai dengan kesepakatan pada berita (BA) di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora beberapa waktu lalu,” katanya, kepada suarabanyuurip.com, Senin (4/12/2017).

Pada BA yang ditandatangani para pihak yang terlibat dalam mediasi di DLH Blora tanggal (27/10/2017), tertulis bahwa rencana jangka pendek Pertamina adalah mengosongkan bak penampungan limbah (oil cutcher) dalam waktu satu bulan.

Baca Juga :   Agustus, PHE Randugunting Bor Sumur Wonopotro

“Ini sudah sebulan belum apa-apa,” terangnya.

Pihaknya menyatakan, menolak terhadap penimbunan zat yang dianggapnya berbahaya ditampung di MGS Menggung.

“Kami menolak penampungan zat tersebut,” ujarnya.

Namun, Maryadi mengakui jika pihak Pertamina sudah memasang blower untuk mengurangi bau.

‘Karena disekitar terdapat asrama dan sekolah. Jadi blowernya perlu dinyalakan terus,” terangnya.

Pihaknya dengan warga lain mendesak supaya Pertamina segera mengambil langkah kongkrit untuk mengatasi bau.

Sementara, Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Heru Irianto, pihaknya tetap komitmen untuk melakukan pengurasan. “Akan dikuras dahulu dan pembelian chemical masih dalam proses. Kita tidak bisa beli begitu saja ada aturan dalam pengadaan,” terangnya.

Pertamina tetap bertanggung jawab akan hal ini. Namun, kata Heru, tetap saja pengadaan chemichal harus lewat proses. “Karena kita terikat aturan,” kata dia.

Terkait penghentian sementara pengiriman kondensat dari Blok Gundih dan minyak dari TBR, pihaknya tidak mungkin menghentikannya.

“Kalau MGS dihentikan produksi kondensat di taruh dimana sementara Gundih dan TBR hidup terus,” tandasnya.(Ams)

Baca Juga :   PPSDM Migas dan BPH Migas Buka Pelatihan Inspektur Pipa Penyalur

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *