SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban -Â PT Tawun Gegunung Energi (TGE) pada awal bulan Desember ini mengaku tidak menggarap lagi sumur tua di Lapangan Migas Gegunung, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Kerja Sama Operasional (KSO) Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Field Cepu ini tak mengalami progres sedikitpun, sejak berhenti mengirim minyak mentah bulan Juni lalu.
“Saat ini TGE tidak ada kegiatan apapun di sumur Gegunung Belanda (GGNB),” ujar field Manager KSO PT Pertamina EP Asset 4 Cepu, PT TGE, Ervino, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (6/12/2017).
KSO Pertamina yang berkantor di Desa Ngrojo, Kecamatan Bangilan ini tak ada perkembangan apapun dalam mengeksploitasi minyak. Terakhir mengirimkan minyak ke perusahaan plat merah pada bulan Februari 2017 sebanyak 10 ribu liter minyak.
“Sampai saat ini no progress,” tegas pria ramah ini.
Besarnya resiko bisnis minyak dari sumur tua dialami oleh PT TGE. Bulan Juni lalu, pihaknya off menyuplai minyak ke perusahaan plat merah ini. Alasannya minyak sumur tua di Desa Mulyoagung, menyusut.
Sekalipun demikian, dia terus berusaha menambah hasil minyak agar bisa penuhi target. Tim engineering perusahaan terus melakukan analisa.
Di lapangan GGNB Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, terdapat 22 sumur tua peninggalan kolonial. 12 sumur diantarnya dikelola PT. TGE. Sisanya 10 sumur dikelola Perusahaan Daerah Aneka Tambang (PDAT) milik Pemkab Tuban.(Aim)