Tawar Harga Lahan untuk Proyek Kedung Keris

lapangan Kedungkeris

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Pembangunan fasilitas produksi Lapangan Kedung Keris (KDK), Blok Cepu, di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) akan dimulai tahun 2018 mendatang.

“Sosialisasi sudah dilakukan, sekarang tahap proses pembebasan lahan,” kata Kepala Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Dwi Setiono, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (6/12/2017).

Fasilitas yang akan dibangun adalah berupa pembangunan pipa atau pipeline. Ada 16 bidang tanah milik warga yang rencananya akan dibebaskan. Namun dari harga yang ditetapkan oleh tim appraisal yakni Rp216.450 per meter persegi masih ditawar warga.

“Pemilik tanah masih mengajukan penawaran harga, minta dinaikkan,” imbuhnya.

Rencananya, minyak mentah yang dihasilkan dari Lapangan Kedung Keris akan disalurkan melalui pipa tersebut untuk diproses di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam.

“Kalau sekarang belum ada kegiatan nampaknya,” imbuh Dwi.

Terpisah, Humas dan Juru Bicara EMCL, Rexy Mawardijaya, mengatakan, EMCL terus melaksanakan pembangunan proyek di Lapangan Kedung Keris.

“Dan minyak pertama diharapkan mengalir pada akhir 2019,” pungkasnya.

Baca Juga :   Komisi B Akan Datangi Kementerian ESDM

Berdasarkan rencana pengembangan lapangan (Plan of Development/PoD) yang telah disetujui SKK Migas, produksi minyak Lapangan Kedung Keris ditargetkan sebesar 5.000 barel per hari (bph).

Untuk diketahui, pengeboran sumur Kedung Keris-1 dilakukan di daratan hingga kedalaman 7.032 kaki atau 2.143 meter. Sementara Lapangan Kedung Keris memiliki cadangan yang dapat diproduksi sekitar 20 juta barel.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *