SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban– Manajemen kilang minyak PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI) di Desa Remen-Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, belum bisa menyebutkan besaran kerugian akibat ledakan pompa kilang yang terjadi pada pukul 16:30 WIB. Malam ini tim terus mengevaluasi, dan mengecek peralatan mana saja yang terdampak.
“Besok kami harapkan sudah ada data valid,†ujar GA & PR Manager TPPI Tuban, Sutejo, kepada www.suarabanyuurip.com dalam siaran resminya di pres room TPPI, Jumat (8/12/2017).
Ledakan pompa akibat semburan hidrokarbon yang menyambar genset ini di luar dugaan manajemen. Sebenarnya perbaikan peralatan operasi sudah rampung pada tanggal 6 Desember kemarin.
“Sekarang ini tinggal finishing peralatan,†ucapnya.
Baca Juga :
Kilang TPPI Tuban Meledak, Tiga Karyawan Terluka
Dua Jam Ditutup, Akses Masuk TPPI Kembali Normal
Satu Pekerja Kritis, Dua Lainnya Luka Bakar Ringan
Service peralatan operasi dilakukan sejak tanggal 6 November-6 Desember 2017. Targetnya tanggal 16 Desember ini sudah bisa memulai memproduksi Pertamax, maupun bahan kilang lain milik Pertamina.
Melihat cepatnya penanganan kebakaran, Tejo optimis kerusakannya tidak parah. Sekalipun demikian, perlu ada kepastian supaya kegiatan produksi kilang sesuai target.
“Mudah-mudahan tak parah,†harapnya.
Akibat kejadian ini tiga pekerja mengalami luka bakar. Satu orang dalam kondisi kritis, dua lainnya luka bakar ringan.
Ketiga pekerja itu adalah Gunadi (45) asal Desa Jenu, Ahmad Bajuri (35) asal Desa Purworejo, dan Agus Suyanto (27) asal Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu. Mereka pekerja bagian perawatan pompa. (aim)