SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, hari Jumat (8/12) kemarin menemui Kementerian Perindustrian Jepang di Jakarta. Salah satu hal yang dibicarakan perihal mobil pemadam kebakaran (damkar) berteknologi hydrant, yang bakal dihibahkan ke Pemkab Tuban.
“Sementara Tuban akan menerima bantuan satu unit damkar dari Jepang,” ujar Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono, kepada suarabanyuurip.com, melalui pesannya, Sabtu (9/12/2017).
Melalui komunikasi langsung dengan Mr. Kagawa seperti ini, Joko berharap bisa mempercepat bantuan tersebut. Teknologi pada mobil bantuan nantinya pakai hydran, sehingga tidak khawatir terguling lagi.
Kelebihan hydrant sendiri mampu memadamkan api dalam skala besar. Sistem hydrant yang dibangun tentunya memperhatikan luas lokasi yang diproteksi. Semakin besar jaringan yang dibangun, maka smakin luas pula daerah yang bisa dijangkau. Terlebih dalam satu selang bisa mencapai 30 meter, dan bisa disambung jika jarak tempuhnya panjang.
Penanganan kebakaran cepat, setelah ada titik api yang terdeteksi dalam sebuah bangunan tim pemadam untuk memadamkan api. Letak outputnya fire hydran berada di tempat stragegis, sehinga untuk mencari dan segera melakukan aksi memadamkan api.
Penggunaan fire hydrant ini mudah. Umumnya fire hydrant memiliki dokumen tentang cara penggunaan yang direkomendasikan.(aim)